Data Olahan Citra Satelit PlanetScope Warna NaturalSkala 1 : 15.000 di Wilayah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Image Copyright: Planet; Courtesy of Map Vision Indonesia)
DAPATKAN CITRA SATELIT PLANETSCOPEDENGAN KUALITAS TERBAIK & HARGA YANG KOMPETITIF DI MAP VISION INDONESIA
UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI KAMI PADA NOMOR TELEPON (WhatsApp): 0878 2292 5861 | E-MAIL:mapvisionindonesia@gmail.com
Kendala terbesar dalam pengadaan atau pembelian data original citra satelit komersial yaitu tingkat ketersediaan datanya. Walau beberapa satelit observasi bumi komersial mempunyai waktu kembali ke tempat semula (revisit time) bisa dalam hitungan hari, nyatanya tingkat ketersediaan datanya di sebuah area kerap kali sangat rendah atau bahkan kami menemukan beberapa areatidak tersedia datanya sama sekali dalam jangka waktu 1 tahun. Berbeda halnya dengan citra satelit yang dapat kita peroleh secara gratis semisal Landsat 8 yang konsisten melakukan perekaman dan menghasilkan citra satelit dengan waktu hampir setiap 2 minggu sekali.
Mengapa hal itu bisa terjadi?, berikut ini beberapa prediksi kami terkait hal tersebut: (more…)
Penantian lama untuk melihat satelit pesaing dari Satelit Pleiades Neo miliknya perusahaan asal Prancis, Airbus Defence & Space, yakni Satelit WorldView Legion kepunyaan Maxar Intelligence dari Amerika Serikat, akhirnya berakhir, setelah 2 dari rencana 6 Satelit WorldView Legion yang akan bertugas di luar angkasa berhasil mengangkasa pada tanggal 2 Mei 2024. (more…)
SkySat merupakan konstelasi satelit observasi bumi yang dimiliki dan dijalankan oleh perusahaan satelit observasi Bumi komersial asal Amerika Serikat yaitu Planet (sebelumnya bernama Planet Labs).
Konstelasi Satelit Skysat (Image Credit: Planet)
Hingga saat ini, total terdapat 21 Satelit SkySat yang beroperasi di luar angkasa. Satelit SkySat-1 dimasukkan dalam kategori Generasi A dan SkySat-2 termasuk dalam Generasi B, sedangkan sisa 19 satelit lainnya merupakan satelit Generasi C yang telah dimodernisasi. (more…)
Pada tanggal 26 Maret 2024 yang lalu, musibah terjadi di Kota Baltimore, Maryland, Amerika Serikat, dimana Jembatan Francis Scot Key yang telah berdiri sepanjang 47 tahun lamanya, ambruk dihantam Kapal Kontainer MV Dali yang berbendera Singapura.
Selain menyebabkan ambrolnya jembatan yang membentang di muara Sungai Patapsco tersebut, kejadian nahas itu membuat kendaraan yang tengah berada di jembatan tersebut jatuh ke sungai, dengan 6 orang dikabarkan hilang dan kemungkinan besar telah meninggal dunia.
Citra satelit dari Maxar Intelligence memperlihatkan keadaan sebelum dan sesudah jembatan tersebut hancur: (more…)
Setelah mengalami beberapa kali penundaan peluncuran dari jadwal awal pada kuartal empat tahun 2021 yang lalu, pada bulan April 2024 ini, kalau tidak ada halangan berarti, dua dari enam Satelit WorldView Legion akan segera mengorbit di angkasa.
2 (dua) Satelit WorldView Legion yang dibuat oleh Maxar Space Systems untuk Maxar Intelligence telah berada di tempat peluncuran yaitu Pangkalan Angkatan Udara Amerika Serikat di Vanderberg, California. (more…)
KOMPSAT 2 merupakan satelit observasi bumi asal Korea Selatan yang dikembangkan serta dioperasikan oleh KARI (Korea Aerospace Research Institute).
Satelit KOMPSAT 2 (Art) (Image Credit: KAR
KOMPSAT (Korea Multi-Purpose Satellite) 2 mempunyai nama lain Arirang-2 yang diambil dari nama lagu yang sangat populer di Korea, baik di Korea Selatan maupun Korea Utara.
KOMPSAT 2 diluncurkan di Plesetsk Cosmodrome, Rusia, pada tanggal 28 Juli 2006, menggunakan kendaraan peluncur Rockot-KM dari Eurockot Launch Service GmbH selaku penyedia peluncuran pesawat ruang angkasa komersial. (more…)
Citra Satelit SkySat Sebelum dan Sesudah (6 Juni 2023) Hancurnya Bendungan Nova Kakhovka
(Image Copyright: Planet)
Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi dari Maxar Technologies Sebelum Ambruknya Bendungan Nova Kakhovka – Tanggal Perekaman 5 Juni 2023
(Image Copyright: Maxar Technologies)
Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi dari Maxar Technologies Sesudah Ambruknya Bendungan Nova Kakhovka – Tanggal Perekaman 7 Juni 2023
(Image Copyright: Maxar Technologies)
Bunga Mekar Berwarna-warni dalam Jumlah Masif di Dataran Carrizo – Tanggal Perekaman 5 April 2023
(Image Copyright: Planet)
Bunga Mekar Berwarna-warni dalam Jumlah Masif di Lereng Bukit Monumen Nasional Dataran Carrizo – Tanggal Perekaman 4 April 2023
(Image Copyright: Maxar Technologies)
Citra Satelit Wilayah Palmdale, California, yang Dipenuhi Bunga yang Mekar dengan Warna yang Beragam – Tanggal Perekaman 10 April 2023
(Image Copyright: Maxar Technolgies)
Citra Satelit Sebelum (Tanggal Perekaman 26 Juli 2022) dan Sesudah (Tanggal Perekaman 8 Februari 2023) Gempa Bumi Melanda Salah Satu Wilayah di Provinsi Kahramanmaras
(Image Copyright: Maxar Technologies)
Citra Satelit SkySat di Wilayah Sekitar Pabrik Samil Industrial Co. di Khartoum, yang Hancur karena Perang yang terjadi di Sudan – Tanggal Perekaman 10 Mei 2023
(Image Copyrigh: Planet)
Citra Satelit PlanetScope Sebelum dan Sesudah Diterjang Banjir Besar – Tanggal Perekaman 25 November 2022 (Sebelum Banjir Besar) dan 16 Januari 2023 (Setelah Banjir Besar)
(Image Copyright: Planet)
Tahun 2024 sudah kita jejaki, namun berbagai peristiwa besar yang terjadi sepanjang tahun 2023 menarik untuk kita lihat kembali.
Tahun 2023 – tahun dimana secara rasa kemanusiaan, kita merasa dikoyak-koyak oleh perang saudara yang terjadi di Sudan, serta perang asimetris dan mengarah menuju genosida yang dilakukan zionis – Israel, terhadap rakyat Palestina, dimana dunia internasional seolah tidak dapat berbuat apa-apa terhadap kekejian yang mereka lakukan dan hanya menjadi penonton di saat pembantaian yang mengakibatkan korban jiwa bergelimpangan termasuk anak-anak yang jumlahnya hingga saat ini mencapai lebih dari 20 ribu orang. (more…)
China memasuki pasar citra satelit resolusi sangat tinggi melalui perusahaan Chang Guang Satellite Technology Co., Ltd. (biasa dikenal juga dengan sebutan CGSTL), yang merupakan perusahaan satelit penginderaan jauh komersial pertama di China. (more…)
Setelah sukses dengan peluncuran dan pengoperasian Satelit Landsat 9, NASA dan USGS sudah bersiap-siap dengan Program Landsat selanjutnya yang mereka beri nama Landsat Next.
Landsat Next akan membawa kita ke tahap selanjutnya untuk memperoleh informasi terkait berbagai fenomena yang berada di permukaan bumi, melalui peningkatan tingkat resolusi spasial dan spektral dari dua satelit paling akhir dari Program Satelit Landsat (Satelit Landsat 8 dan Landsat 9).
Jika pada Satelit Landsat 8 dan 9 terdiri dari 11 band yang berada pada 2 sensor (OLI dan TIRS), maka pada Satelit Landsat Next terdapat penambahan 15 band, sehingga total terdapat 26 band yang disematkan pada satelit tersebut – yang diistilahkan sebagai satelit super spektral.
Perbandingan Resolusi Spektral Landsat Next dengan Landsat 8 dan Landsat 9 (Image Credit: NASA Landsat Communications and Public Engagement Team)
Tingkat resolusi spasial pun mengalami peningkatan, dimana resolusi spasial tertinggi pada band yang terdapat pada Satelit Landsat Next mencapai 10 meter – lebih tinggi dibandingkan resolusi spasial paling tinggi yang terdapat pada band Satelit Landsat 8 dan 9 yakni 15 meter (band pankromatik).
Tabel 1. Band Landsat Next
Frekuensi perekaman ulang kembali ke daerah yang sama dalam rentang waktu tertentu (resolusi temporal) juga bertambah karena akan terdapat 3 Satelit Landsat Next yang membuat sebuah konstelasi, dengan waktu revisit yakni per 6 hari – lebih cepat dibandingkan Satelit Landsat 9 yang mempunyai waktu revisit per 16 hari, sehingga nantinya data yang dihasilkan pada suatu daerah akan 20 kali lebih banyak dari data yang dihasilkan oleh Satelit Landsat 9.
Konstelasi Satelit Landsat Next yang Terdiri dari 3 Satelit akan Menambah Tingkat Resolusi Temporal (Image Credit: NASA’s Goddard Space Flight Center)
Waktu Peluncuran
Konstelasi Satelit Landsat Next yang terdiri dari 3 satelit rencananya akan diluncurkan pada akhir tahun 2030.
Ketiga satelit akan berbarengan diluncurkan menggunakan roket peluncur yang sama, dan akan beroperasi pada orbit Sun-synchronous.
Landsat 9 merupakan satelit paling gresdari program satelit observasi bumi legendaris yakni Program Landsat, yang meluncur pada 27 September 2021.
Satelit kepunyaan NASA USGS ini, menghasilkan citra dengan spesifikasi resolusi spektral dan spasial yang tidak berbeda dengan Citra Satelit Landsat 8 yaitu terdiri dari 11 band yang terdapat pada sensor Operational Land Imager 2 (OLI–2) dan Thermal InfraRed Sensor 2 (TIRS–2), dengan resolusi spasial dari 100 meter hingga 15 meter. (more…)