Map Vision Indonesia

Akhirnya, Satelit WorldView Legion Resmi Mengangkasa

Last Updated on June 6, 2024 by Map Vision Indonesia

Penantian lama untuk melihat satelit pesaing dari Satelit Pleiades Neo miliknya perusahaan asal Prancis, Airbus Defence & Space, yakni Satelit WorldView Legion kepunyaan Maxar Intelligence dari Amerika Serikat, akhirnya berakhir, setelah 2 dari rencana 6 Satelit WorldView Legion yang akan bertugas di luar angkasa berhasil mengangkasa pada tanggal 2 Mei 2024.

Dua Satelit WorldView Legion Berhasil Mengangkasa

Dua Satelit WorldView Legion Berhasil Mengangkasa
(Image Credit: Maxar Intelligence)

Bertempat di Pangkalan Angkatan Udara Vanderberg yang berada di California, Amerika Serikat, dengan menggunakan roket buatan perusahaan yang dimiliki Elon Musk, SpaceX Falcon 9 v1.2 (Blok 5), dua Satelit WorldView Legion sukses ditempatkan di orbitnya dan setelahnya langsung mengerahkan panel surya untuk memperoleh sumber energi. Penerimaan dan pengiriman sinyal oleh satelit pun berjalan dengan lancar dan baik. Tahap selanjutnya akan dilakukan uji coba untuk melihat citra hasil perekaman Satelit WorldView Legion, dimana jika hasilnya sudah sesuai harapan maka penjualan Citra Satelit WorldView Legion secara komersial akan segera dilakukan pihak perusahaan.

Mengenal WorldView Legion

Satelit WorldView Legion

Konstelasi Satelit WorldView Legion
(Image Copyright: Maxar Intelligence)

WorldView Legion merupakan sebuah konstelasi yang terdiri dari 6 satelit observasi bumi penghasil citra dengan resolusi spasial mencapai 30 cm pada posisi nadir.

Rencana awalnya peluncuran dua satelit pertama akan dilakukan pada tahun 2020 yang lalu, namun karena satu dan lain hal, jadwal tersebut molor dan baru terlaksana 4 tahun kemudian. Penundaan peluncuran memberikan konsekuensi tidak mengenakkan bagi Maxar Intelligence. Pada saat pengumuman penundaan pada tanggal 5 Agustus 2021, saham perusahaan mengalami penurunan hingga mencapai 14,1% serta ditutup pada harga 29,21 USD per lembarnya. Dampak lainnya, kegagalan meluncurkan Satelit WorldView Legion tepat pada waktunya, seperti membiarkan kompetitor terberat mereka saat ini yaitu Airbus Defence & Space melenggang kangkung lewat Satelit Pleiades Neo-nya wara-wiri di luar angkasa untuk menghasilkan citra pada kelas resolusi spasial yang sama. Dengan permintaan yang terus meningkat terhadap citra satelit dengan resolusi spasial yang semakin tinggi, maka Maxar Intelligence telah ketinggalan langkah dari rival terkuatnya dalam persaingan memperebutkan “kue” pada pasar citra satelit dengan resolusi spasial tertinggi saat ini.

BACA JUGA:

1). Dua Satelit WorldView Legion Siap Meluncur

2). Roket Tidak Mengorbit Semestinya, Satelit Pleiades Neo Gagal Mengorbit

3). Satelit Pleiades Neo 4 Berhasil Mengangkasa

4). Bagaimana Cara Memperoleh Citra Satelit?

5). Siap-Siap!, Bakal Tersedia Citra Satelit dengan Resolusi 15 cm

Selain itu, 3 dari 7 atau hampir setengah dari satelit observasi bumi yang Maxar Intelligence miliki sudah tidak beroperasi. Satelit QuickBird dan Ikonos “menepi” pada tahun 2015 yang lalu karena faktor “umur”. QuickBird pertama kali mengangkasa pada tanggal 18 Oktober 2001, yang berarti satelit tersebut sudah bertugas selama lebih dari 13 tahun lamanya, sedangkan Ikonos meluncur pada 24 September 1999, yang membuatnya terhitung berada di luar angkasa mencapai hampir 2 windu. Sedangkan sisa satu lagi yakni Satelit WorldView-4 tidak dapat melanjutkan kewajibannya karena mengalami kerusakan pada bagian Control Moment Gyros (“CMGs”) pada tahun 2019, padahal satelit berbiaya 650 juta USD ini baru diluncurkan pada 11 November 2016, dengan rancangan minimal masa hidup selama 10 tahun.

Dengan 4 sisa satelit yang dimiliki dan bahkan mungkin Satelit WorldView-1 tidak terlalu banyak dihitung karena menghasilkan citra pankromatik saja yang membuat tampilan utamanya hanya berwarna hitam putih sehingga tidak banyak dilirik banyak orang, membuat jumlah pesanan citra satelit kepada Maxar Intelligence diperkirakan menurun karena ketersediaan datanya yang sedikit dibanding sebelumnya, belum ditambah gempuran dari para pesaing yang telah ada dan terus bermunculan seperti Airbus Defence & Space lewat satelit kembar yang mereka miliki yaitu Pleiades-1A & 1B dengan resolusi spasial kelas 50 cm (0,5 m), SPOT-6 dan SPOT-7 dengan resolusi spasial kelas 150 cm (1,5 m), serta Pleiades Neo dengan resolusi spasial kelas 30 cm (0,3 m), kemudian perusahaan asal China, Chang Guang Satellite Technology Co, Ltd. (CGSTL) yang nampak mulai agresif masuk ke pasar citra satelit dengan resolusi spasial tinggi, lewat Satelit Jilin-nya yang mempunyai resolusi spasial kelas 50 cm dan 75 cm, perusahaan lain asal Amerika Serikat yaitu Planet lewat satelit mininya, SkySat, serta banyak lainnya, yang membuat Maxar Intelligence memang harus bergerak sat set untuk kembali mencaplok pasar citra satelit resolusi sangat tinggi lewat peluncuran satelit observasi bumi dalam jumlah yang cukup banyak.

Andai Satelit WorldView Legion sudah sepenuhnya beroperasi dengan keenam satelitnya sudah berkumpul di luar angkasa untuk bertugas menghasilkan citra satelit resolusi sangat tinggi, maka terdapat peluang besar untuk Maxar Intelligence kembali menguasai yang telah pernah mereka genggam sebelumnya dengan alasan-alasan berikut ini:

1). Belum ada contoh data original citra satelit WorldView Legion dari pihak Maxar Intelligence, sehingga kita belum mengetahui format datanya dalam bentuk apa, namun berkaca dari data original Citra Satelit WorldView-3 dan WorldView-4 yang juga memiliki resolusi spasial mencapai 30 cm pada posisi nadir, datanya dibuat dalam format GeoTIFF, sehingga kemungkinan besar format data Citra Satelit WorldView Legion juga akan dalam format GeoTIFF. Dengan format GeoTIFF, data citra satelit akan dapat dibuka pada softwaresoftware geospasial pada umumnya dan bahkan pada versi yang lama.

Format Data Original Citra Satelit WorldView-3

Contoh tampilan struktur data original Citra Satelit WorldView3 untuk moda multispektral 4 band dengan level Ortho Ready Standard (OR2A)

Data original Citra Satelit WorldView-3 dalam format data GeoTIFF sudah georeference, dan disertai dengan data 20 titik kontrol sistematis dari pihak vendor (file dengan format data RPB), yang dapat digunakan untuk meningkatkan akurasi data citra satelit tersebut dalam proses Orthorektifikasi.

Hal yang menurut kami agak aneh justru kebijakan yang dibuat oleh perusahaan Airbus Defence & Space. Format utama data citra satelit mereka yaitu DIMAP, dimana tidak semua software geospasial mampu membuka data tersebut apalagi yang versi lawas, bahkan produk citra satelit teranyar mereka yakni Pleiades Neo, format data DIMAP-nya merupakan versi terbaru dan hanya dapat dibuka oleh softwaresoftware geospasial tertentu yang teranyar.

Format Data Original Citra Satelit Pleiades Neo

Contoh tampilan struktur data original Citra Satelit Pleiades Neo4 untuk moda multispektral 4 band dengan level Primary

Pada gambar di atas, terlihat sebenarnya terdapat format data GeoTIFF juga dalam struktur data Pleiades Neo, namun permasalahannya pada level tertentu seperti level Primary, data tersebut belum georeference, padahal data pada level tersebut diperlukan untuk pengolahan kustomisasi, seperti menggunakan data DEM yang kita punya untuk proses orthorektifikasi, pansharp menggunakan metode yang kita inginkan, dan lain sebagainya. Bisa saja data dalam GeoTIFF tersebut dibuat menjadi georeference dengan menggunakan sebuah data acuan, misal data olahan Citra Satelit Landsat 8 atau 9, namun setelahnya ketika melakukan rektifikasi antara data Citra Satelit Pleiades Neo moda multispektral dengan pankromatik supaya posisi geometrik-nya sama, dimana selanjutnya dapat dilakukan proses Pansharp, tetapi hal tersebut terkadang tidaklah mudah dan memakan waktu yang lama.

Celah ini dapat dimanfaatkan oleh Maxar Intelligence untuk kembali memimpin pasar citra satelit resolusi sangat tinggi lewat format datanya yang dapat dibuka oleh softwaresoftware geospasial pada umumnya walaupun versi terdahulu.

2). Walaupun mempunyai resolusi spasial mencapai 30 cm pada posisi nadir, data original Citra Satelit WorldView-3 dan WorldView-4 tidak hanya dijual dalam kelas 30 cm, namun juga pada kelas 40 cm, dan 50 cm.

Harganya berbeda, dimana tentu saja semakin tinggi kelas resolusi spasialnya, semakin tinggi juga harganya, dan juga sebaliknya, sehingga customer dapat menyesuaikan antara keperluan penggunaan citra satelit dengan budget yang dimiliki.

Mengacu pada sistem penjualan data original Citra Satelit WorldView-3 dan WorldView-4, maka kemungkinan hal ini akan diterapkan juga pada sistem penjualan data original Citra Satelit WorldView Legion, yang akan membaginya ke dalam 3 kelas resolusi spasial yaitu 30 cm, 40 cm, dan 50 cm.

Hal yang berbeda dilakukan oleh perusahaan Airbus Defence & Space, data original Citra Satelit Pleiades Neo hanya dijual pada resolusi spasial kelas 30 cm, yang membuat ketersediaan data untuk citra satelit untuk resolusi spasial kelas 50 cm yang mempunyai harga lebih rendah semata-mata bergantung dari hasil perekaman Satelit Pleaides-1A dan Pleiades-1B.

Dengan kondisi tersebut dan jika pihak Airbus Defence & Space tidak mengubah kebijakannya, maka dipastikan ketersediaan data citra satelit dengan resolusi spasial kelas 50 cm nantinya akan banyak tersedia oleh perusahaan Maxar Intelligence yang nantinya akan memiliki 10 satelit observasi bumi penghasil citra dengan resolusi spasial kelas 50 cm.

3). Dulu seringkali yang membuat customer malas membeli data original citra satelit dari Maxar Intelligence adalah terdapat pembagian data arsip menjadi dua kategori yaitu data arsip dan data update (fresh archive).

Data arsip sendiri merupakan data yang sudah tersedia pada database yang direkam lebih dari 90 hari dari hari ini, sedangkan data update (fresh archive) yang direkam kurang dari 90 dari hari ini. Pembagian data arsip ini terkadang membuat ribet terutama jika area order ter-cover oleh dua kategori data yang berbeda, sehingga harus dibuat masing-masing area order untuk tiap-tiap kategori, karena harganya yang berbeda dimana harga data update (fresh archive) lebih tinggi dibandingkan data arsip. Dan makin ruwet jika ternyata terdapat bagian yang ter-cover oleh salah satu kategori data kurang dari luasan minimal order, sehingga harus didiskusikan dulu dengan pihak vendor.

Untungnya setelah sekian lama pembagian kategori ini diberlakukan, saat ini Maxar Intelligence telah menghapusnya. Semua data yang telah tersedia dalam database semua dianggap data arsip dan mempunyai harga yang sama.

Penghapusan kategori data arsip ini memang harus dilakukan pihak Maxar Intelligence, berhubung pesaingnya, Airbus Defence & Space, sedari awal kemunculannya hanya memberlakukan satu harga yang sama untuk data arsip.

Lewat kebijakan ini, sekarang Maxar Intelligence bersiap mencoba untuk mendominasi kembali pasar citra satelit resolusi sangat tinggi pada kelas 50 cm, 40 cm, 30 cm, dan 15 cm (resampling dari citra satelit dengan resolusi spasial kelas 30 cm).

***

Kehadiran dua Satelit WorldView Legion dalam kancah satelit observasi bumi penghasil citra dengan resolusi sangat tinggi, tentunya akan sangat membantu berbagai bidang yang memerlukan citra satelit resolusi sangat tinggi, dimana ketersediaan datanya akan semakin bertambah dengan keberadaan dua satelit tersebut.

Kedatangan dua satelit baru itu juga, akan memacu pesaing Maxar Intelligence, terutamanya Airbus Defence & Space, untuk segera mempersiapkan kembali dua Satelit Pleiades Neo terakhir supaya cepat mengangkasa dan melawan konstelasi Satelit WorldView Legion serta satelit observasi bumi lain milik Maxar Intelligence.

POSTINGAN MENARIK LAINNYA:

1). [Tutorial] Membuka File Geodatabase di QGIS versi 3.x

2). [Tutorial] Menampilkan Informasi Cuaca di QGIS

3). [Tutorial] Cara Memperoleh Anotasi di Google Maps

4). [Tutorial] Membuat Area Buffer dalam Beberapa Radius Menggunakan QGIS

5). [Tutorial] Menghitung Volume Data Raster Menggunakan QGIS

Author: Map Vision IndonesiaMap Vision Indonesia merupakan team yang berisikan praktisi di bidang Citra Satelit, Penginderaan Jauh (Remote Sensing), Sistem Informasi Geografis (SIG), serta Pemetaan pada umumnya. Kami telah berpengalaman khususnya mengerjakan ratusan proyek pengadaan dan pengolahan serta mapping data citra satelit berbagai resolusi dari beragam vendor sejak tahun 2013.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: