Last Updated on February 21, 2026 by Map Vision Indonesia

Citra Satelit Pertama yang Dihasilkan oleh Satelit Beijing–3C
(Image Copyright: 21AT)
DAPATKAN CITRA SATELIT BEIJING–3 DENGAN KUALITAS TERBAIK & HARGA YANG KOMPETITIF DI MAP VISION INDONESIA
UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI KAMI PADA NOMOR TELEPON (WhatsApp): 0878 2292 5861 | E-MAIL: mapvisionindonesia@gmail.com
Semakin lincah (agile) suatu satelit observasi Bumi dalam melakukan pergerakan, maka semakin banyak manfaat yang akan diperoleh. Satelit tidak hanya “menunduk” ke area yang dilewatinya, tapi dapat “menoleh” ke samping kiri dan kanan juga depan serta belakang secara cepat. Sesuatu hal yang membuat area yang terekam dalam satu kali sapuan semakin luas, dan juga area perekaman bisa “dipotret” tidak hanya dalam satu posisi, sehingga sangat berguna untuk memperoleh data citra satelit stereo yang nantinya dapat diolah menjadi data Digital Elevation Model (DEM).
Kelebihan inilah yang dimiliki oleh satelit asal negeri China yaitu Beijing–3. Saat ini, sudah terdapat tiga seri Satelit Beijing–3 yakni Beijing–3A (BJ–3A), Beijing–3B (BJ–3B), serta Beijing–3C (BJ–3C). Ketiga satelit ini memiliki kemampuan untuk melakukan manuver secara cepat, hingga 10 derajat per detik, yang memungkinkannya melakukan perekaman area yang luas dalam satu kali waktu perekaman. Bahkan Satelit BJ–3A pernah menarik perhatian dunia ketika sanggup merekam area seluas 3.800 km2 di Teluk San Francisco, Amerika Serikat, hanya dalam waktu 42 detik saja. Selain itu, dengan kelincahannya serta didukung oleh teknologi Artifiical Intelligence (AI), Satelit Beijing–3 memiliki mode perekaman yang memungkinkan untuk melakukan perekaman dengan rute yang diinginkannya seperti membuat jalur perekaman sepanjang aliran sungai atau jalan yang berkelok, dan tidak hanya menghasilkan citra dalam area berbentuk kotak seperti kebanyakan satelit observasi Bumi lainnya.
BACA JUGA:
4). Mengenal Penginderaan Jauh
5). Siap-Siap!, Bakal Tersedia Citra Satelit dengan Resolusi 15 cm
Satelit Beijing–3 yang dimiliki dan dioperasikan oleh Twenty First Century Aerospace Technology Co., Ltd (21AT), menghasilkan citra dengan resolusi spasial kelas 50 cm (0,5 m) untuk Satelit BJ–3A dan BJ–3C, sedangkan Satelit BJ–3B memproduksi citra satelit dengan resolusi spasial mencapai 30 cm (0,3 m).
Table of Contents
Wahana
Satelit Beijing–3 dikembangkan oleh Aerospace Dongfanghong (DFH) Satellite Co., Ltd dari Fifth Academy of Aerospace Science and Technology Group untuk Twenty First Century Aerospace Technology Co., Ltd (21AT).

Ilustrasi Satelit Beijing–3A
(Image Credit: CAST)

Ilustrasi Satelit Beijing–3B
(Image Credit: CAST)
Seluruh Satelit Beijing–3, baik itu BJ–3A, BJ–3B, dan BJ–3C, menggunakan bus wahana yang dikembangkan oleh China Academy of Space Technology (CAST), yaitu seri CAST3000E, dengan bobot 1.200 kg dan estimasi masa hidup selama 8 tahun.
Bus wahana ini merupakan evolusi dari seri CAST3000 yang memang dirancang khusus untuk satelit penginderaan jauh (remote sensing) berperforma tinggi dengan bobot menengah namun memiliki kemampuan manuver yang sangat lincah (high–agility).
Satelit Beijing–3 memiliki kemampuan berputar secara cepat tanpa kehilangan stabilitas dalam melakukan perekaman melalui penggunaan Control Moment Gyroscopes (CMG) yang canggih, serta mempunyai akurasi penunjukan yang sangat presisi (pointing stability), yang sangat krusial untuk menghasilkan citra resolusi sangat tinggi tanpa distorsi.
Untuk penyimpanan data hasil perekaman, bus wahana ini memiliki sistem penyimpanan data on–board yang besar dan pemancar pita–X (X–band) berkecepatan tinggi untuk mengirimkan data citra satelit hasil perekaman dengan ukuran mencapai ribuan gigabyte (Gb) menuju stasiun Bumi.
Untuk sumber tenaga satelit, wahana menggunakan dua sayap panel surya yang dapat diarahkan (steerable) supaya memaksimalkan penyerapan energi dari matahari. Sedangkan untuk sistem propulsi, wahana menggunakan pendorong kimia (monopropelan) untuk pemeliharaan orbit dan re–entry di akhir masa tugas.
Peluncuran
Seluruh Satelit Beijing–3 melakukan peluncuran di Taiyuan Satellite Launch Center (TSLC), China, menggunakan roket yang sama yakni Long March 2D (CZ–2D).
Satelit Beijing–3A meluncur pada 11 Juni 2021, disusul satu tahun lebih kemudian, Beijing–3B, pada 24 Agustus 2022, serta yang paling bontot, Beijing–3C, pada 20 Mei 2024.
Video Peluncuran Satelit Beijing–3A (BJ–3A):
Video Peluncuran Satelit Beijing–3B (BJ–3B):
Video Peluncuran Satelit Beijing–3C (BJ–3C):
Orbit, Inklinasi, dan Periode
Ketiga Satelit Beijing–3 ditempatkan pada orbit Sun–synchronous (sinkron matahari), pada ketinggian 500 km untuk Satelit BJ–3A, dan 600 km untuk Satelit BJ–3B dan BJ–3C.
Untuk periode orbit dan inklinasi, Satelit BJ–3A mempunyai periode orbit 94,6 menit dan inklinasi 97,4 derajat, sedangkan Satelit BJ–3B & BJ–3C memiliki periode orbit 96,7 menit dengan inklinasi 97,8 derajat. Dengan periode sekitar 95-97 menit, satelit–satelit ini mengelilingi Bumi sebanyak kurang lebih 15 kali dalam satu hari.
Resolusi
Satelit BJ–3A dan BJ–3C menghasilkan citra satelit dengan resolusi spasial kelas 50 cm (0,5 meter) untuk moda pankromatik dan 2 meter untuk moda multispektral. Sedangkan, Satelit BJ–3B memproduksi citra satelit dengan resolusi spasial kelas 30 cm (0,3 meter) untuk moda pankromatik dan 1,2 meter untuk moda multispektral.
Untuk resolusi spektral, semua Satelit Beijing–3 terdiri dari 1 band pankromatik dan 4 band VNIR (Visible and Near Infrared) yang terdiri dari band merah (red), hijau (green), biru (blue), serta inframerah dekat (near infrared).
Status Misi
5 hari setelah peluncuran atau pada 16 Juni 2021, Satelit BJ–3A melakukan eksperimen yang sangat menarik dalam melakukan perekaman sebuah area. Satelit ini berhasil melakukan perekaman pada area seluas 3.800 km2 di wilayah Teluk San Francisco, Amerika Serikat, hanya dalam waktu 42 detik saja.
Seperti yang dibahas di awal, kemampuan melakukan perekaman dalam area yang luas dalam waktu terhitung sebentar, dimungkinkan oleh kelincahan Satelit Beijing–3, yang didukung teknologi Artificial Intelligence (AI).

Citra Satelit Beijing–3A di wilayah Teluk San Francisco, Amerika Serikat
(Image Credit: Spacecraft Engineering Journal)
Untuk Satelit Beijing–3B, satu minggu sesudah peluncuran, 31 Agustus 2022, citra satelit pertama yang dihasilkan Satelit BJ–3B dirilis oleh pihak perusahaan, 21AT, seperti ditunjukkan di bawah ini:

Citra Satelit Beijing–3B di wilayah Stadion Nasional Beijing, China
(Image Copyright: 21AT)

Citra Satelit Beijing–3B di wilayah Stadion Nasional Beijing, China
(Image Copyright: 21AT)
Sedangkan, citra pertama yang dihasilkan oleh Satelit BJ–3C, memperlihatkan sebuah lapangan sepak bola yang dikelilingi beragam bangunan serta sungai berukuran besar, seperti diperlihatkan di bawah ini:

Citra Satelit Pertama yang Dihasilkan oleh Satelit Beijing–3C
(Image Copyright: 21AT)
Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi
Citra satelit yang dihasilkan oleh Satelit Beijing–3 termasuk dalam jajaran citra satelit dengan resolusi sangat tinggi.
Untuk Citra Satelit BJ–3A dan BJ–3C yang menghasilkan citra dengan resolusi spasial kelas 50 cm (0,5 m) multispektral, bersanding dengan citra satelit lain dengan resolusi spasial kelas 50 cm (0,5 m) multispektral yang sudah dikenal luas yang dihasilkan satelit yang masih aktif beroperasi seperti citra satelit dari perusahaan Vantor dari Amerika Serikat yakni Citra Satelit WorldView–2 dan GeoEye–1, kemudian dari perusahaan Airbus Defence & Space asal Prancis yaitu Pleiades–1A & 1B, selanjutnya dari perusahaan asal China juga seperti Jilin dan SuperView, serta yang lainnya.
Sedangkan untuk Citra Satelit BJ–3B yang memiliki resolusi spasial kelas 30 cm (0,3 m) multispektral, berdampingan dengan Citra Satelit Pleiades Neo dari Airbus Defence & Space, Citra Satelit WorldView–3 dan WorldView Legion dari Vantor, SuperView Neo, serta yang lainnya.
Skala maksimal yang lazim dihasilkan oleh citra satelit dengan resolusi spasial kelas 50 cm (0,5 m) yaitu antara 1 : 2.500 hingga 1 : 2.000, tergantung sudut perekaman dan resolusi spasial asli yang dihasilkan oleh satelit tersebut.
Sementara itu, skala tertinggi yang mampu ditampilkan oleh citra satelit dengan resolusi spasial kelas 30 cm (0,3 m) yakni antara 1 : 1.500 sampai 1 : 1.200, tergantung sudut perekaman dan resolusi spasial asli yang dihasilkan oleh satelit tersebut.
Berikut ini contoh tampilan data olahan citra satelit resolusi spasial kelas 50 cm (0,5 m) dan 30 cm (0,3 m) yang dilakukan oleh Map Vision Indonesia:

Data Olahan Citra Satelit WorldView–2 Warna Natural Resolusi Spasial Kelas 0,5 Meter Skala 1 : 2.000 di wilayah Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara
(Image Copyright: Vantor; Courtesy of Map Vision Indonesia)
Informasi lebih lengkap mengenai Citra Satelit WorldView–2 dapat Anda lihat pada postingan berikut ini:

Data Olahan Citra Satelit Pleiades–1A Warna Natural Resolusi Spasial Kelas 0,5 Meter Skala 1 : 2.500 di wilayah Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat
(Image Copyright: Airbus Defence & Space; Courtesy of Map Vision Indonesia)
Informasi lebih lengkap mengenai Citra Satelit Pleiades–1A dapat Anda lihat pada postingan berikut ini:

Data Olahan Citra Satelit Jilin Warna Natural Resolusi Spasial Kelas 0,5 Meter Skala 1 : 2.500 di wilayah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau
(Image Copyright: Chang Guang Satellite Technology; Courtesy of Map Vision Indonesia)
Informasi lebih lengkap mengenai Citra Satelit Jilin dapat Anda lihat pada postingan berikut ini:

Data Olahan Citra Satelit Pleiades Neo 4 Warna Natural Resolusi Spasial Kelas 0,3 Meter Skala 1 : 1.200 di wilayah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau
(Image Copyright: Airbus Defence & Space; Courtesy of Map Vision Indonesia)
Informasi lebih lengkap mengenai Citra Satelit Pleiades Neo dapat Anda lihat pada postingan berikut ini:

Data Olahan Citra Satelit WorldView Legion Warna Merah Semu (False Color) Resolusi Spasial Kelas 0,3 Meter Skala 1 : 1.500 di wilayah Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi
(Image Copyright: Vantor; Courtesy of Map Vision Indonesia)
Informasi lebih lengkap mengenai Citra Satelit WorldView Legion dapat Anda lihat pada postingan berikut ini:
Citra Satelit di Map Vision Indonesia
Percayakan kebutuhan citra satelit Anda serta perusahaan di Map Vision Indonesia yang telah berpengalaman lebih dari 1 dekade lamanya, baik untuk keperluan IPPKH, monitoring area pembangunan dan perkebunan, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), data ketinggian menggunakan DEM, laporan berkala area yang dimiliki kepada instansi pemerintahan, serta beragam kepentingan lainnya.
Data citra satelit dengan pengerjaan yang rapih, mulus dan berkesinambungan untuk data lebih dari satu tanggal perekaman atau scene, tampilan warna pas yang diupayakan tidak underexposed atau overenhancement, serta dengan akurasi yang sesuai data acuan, sehingga memudahkan Anda, perusahaan, dan pihak lain yang berkepentingan, dalam melakukan interpretasi dari citra satelit tersebut dan mendapatkan informasi yang berharga di dalamnya.
Hubungi kami untuk konsultasi dan pemesanan data citra satelit, dengan klik tombol menuju WA admin kami di bawah ini:
POSTINGAN MENARIK LAINNYA:
1). [Tutorial] Membuka File Geodatabase di QGIS versi 3.x
2). [Tutorial] Menampilkan Informasi Cuaca di QGIS
3). [Tutorial] Cara Memperoleh Anotasi di Google Maps
4). [Tutorial] Membuat Area Buffer dalam Beberapa Radius Menggunakan QGIS
5). [Tutorial] Menghitung Volume Data Raster Menggunakan QGIS
Map Vision Indonesia merupakan tim yang akan dengan senang hati membantu Anda dan perusahaan untuk memperoleh data citra satelit yang terbaik dan sesuai dengan kepentingan Anda dan perusahaan.
Kami sudah berpengalaman menyediakan dan mengolahan data citra satelit beragam resolusi dari berbagai jenis citra satelit, dan telah terlibat dalam ratusan project.
Percayakan kebutuhan data citra satelit Anda dan perusahaan kepada Map Vision Indonesia.
"Create Your Vision with a Map"




