Map Vision Indonesia

Penginderaan Jauh adalah

Menurut Thomas Lillesand dan Ralph W. Kiefer, penginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah, atau fenomena, melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah, atau fenomena yang dikaji.

Lillesand & Kiefer

Thomas Lillesand & Ralph W. Kiefer

Pengertian penginderaan jauh dari dua Profesor Emeritus dari University of WisconsinMadison tersebut, merupakan salah satu definisi yang banyak dicuplik oleh berbagai kalangan untuk mendefinisikan penginderaan jauh, yang terdapat pada bukunya yang banyak dijadikan rujukan untuk mempelajari penginderaan jauh yakni buku dengan judul: “Remote Sensing and Image Interpretation”.

DAPATKAN DATA CITRA SATELIT RESOLUSI SANGAT TINGGI PLEIADES1B BESERTA PENGOLAHAN DAN MAPPING DENGAN HARGA YANG KOMPETITIF DI MAP VISION.

UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI KAMI PADA NOMOR TELEPON: 0857 2016 4965 | E-MAIL: mapvisionindonesia@gmail.com

Tulisan awal di atas mengenai pengertian penginderaan jauh dari ahli di bidangnya menjadi pembuka untuk postingan kami kali ini yang akan membahas mengenai penginderaan jauh. Mulai dari konsep, pengertiannya menurut kami dan para ahli, manfaatnya, serta bagaimana cara mengolah data penginderaan jauh. Selamat mempelajari dan semoga bermanfaat.

Konsep Penginderaan Jauh

Apa yang terlintas di dalam benak Anda ketika mendengar kata remote?. Kami menyakini bahwa sebagian besar dari kita akan langsung mengingat berbagai remote berbagai alat elektronik yang biasa kita gunakan sehari-hari seperti remote televisi, remote AC, serta beragam remote lainnya. Keberadaan remote tersebut sangatlah membantu kita untuk mengendalikan alat-alat elektronik pada sebuah jarak dan ketentuan tertentu, tanpa harus menyentuhnya secara langsung.

Konsep penginderaan jauh tidaklah jauh berbeda dengan konsep yang terdapat pada remote alat-alat elektronik. Penginderaan jauh sendiri merupakan terjemahan dari frasa remote sensing, dimana jika Anda merasa kebingungan dengan frasa penginderaan jauh maka Anda dapat sedikit meraba-rabanya melalui frasa aslinya yang mengandung kata remote. Dengan terdapatnya kata remote pada frasa remote sensing, kita dapat memperkirakan bahwa penginderaan jauh akan berkaitan erat dengan cara perolehan atau pengendalian sesuatu yang dapat dilakukan pada jarak tertentu tanpa mesti kontak langsung dengan sesuatu tersebut.

Untuk lebih mempermudah pemahaman mengenai konsep penginderaan jauh, kami akan mencontohkannya dengan cara kerja remote televisi yang biasa kita pergunakan sehari-hari.

Remote Televisi

Remote Televisi

Terdapat dua cara memindahkan saluran, membesarkan suara, mengatur tingkat kecerahan, serta berbagai pengaturan lainnya yang ingin kita lakukan pada televisi yang kita miliki. Cara pertama kita menggunakan sebuah remote (yang masih berfungsi dengan baik tentunya), sedangkan yang kedua kita langsung menggunakan beragam tombol yang tersedia pada televisi tersebut. Sebagian besar dari kita tentunya akan lebih nyaman menggunakan cara yang pertama, karena kita dapat melakukan pengaturan pada televisi bahkan sambil tidur-tiduran, sedangkan cara kedua biasanya dilakukan jika remote televisi kita hilang atau rusak atau memang televisi kita memang televisi jadul yang belum menggunakan remote.

Lalu bagaimana cara kerja remote tersebut sehingga dapat melakukan pengendalian dari jarak jauh?. Sederhananya, pada sebuah remote terdapat sinyal inframerah yang dipancarkan menuju televisi. Pancaran sinyal tersebut membentuk sebuah pola sinyal tertentu yang diterima oleh komponen penerima sinyal (receiver) pada televisi, yang nantinya akan melakukan tindakan sesuai dengan pola sinyal yang diterima.

Dari cara kerja remote tv, dapat secara sederhana diterapkan pada analogi pemahaman sistem penginderaan jauh.  Pada contoh penggunaan remote tv, remote bertindak sebagai alat pengendali yang didalamnya terdiri dari beragam rangkaian alat elektronik, yang jika dianalogikan kepada sistem penginderaan jauh merupakan sebuah wahana yang berisi beragam alat-alat elektronik untuk melakukan perekaman di permukaan dan dekat permukaan bumi. Wahana penginderaan jauh yang saat ini banyak digunakan yakni berupa spaceborne seperti satelit, serta airborne seperti pesawat terbang atau yang sedang marak saat ini seperti drone.

Remote tv memancarkan sebuah sinyal yang menghasilkan sebuah pola tertentu menuju televisi, yang kalau diumpamakan pada sistem penginderaan jauh dapat berupa sumber tenaga.  Sumber tenaga sebuah wahana penginderaan jauh dibagi menjadi 2 yaitu sumber tenaga internal dan eksternal.

BACA JUGA:

1). Perbedaan Citra Foto dan Non Foto

2). Interpretasi Citra Penginderaan Jauh (Lengkap Disertai Contoh) [Bagian I]

3). Ketahui Manfaat Penginderaan Jauh di Bidang Ini

4). Apa itu Foto Udara?

5). SiapSiap!, Bakal Tersedia Citra Satelit dengan Resolusi 15 cm

Untuk sumber tenaga internal yang berasal dari wahana itu sendiri saat ini sebagian besar untuk wahana satelit menggunakan gelombang mikro melalui penggunaan teknologi Radio Detection and Ranging (RADAR), sedangkan wahana airborne seperti pesawat terbang banyak menggunakan penggunaan teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR). Penggunaan sumber tenaga internal atau buatan, lebih banyak diperuntukkan untuk memperoleh data topografi.

Sedangkan sumber tenaga eksternal yang berasal di luar wahana itu sendiri, biasanya memanfaatkan gelombang elektromagnetik yang berasal dari matahari, yang  umumnya digunakan untuk memperoleh tampilan warna natural dan semu dari permukaan dan dekat permukaan Bumi.

Beranjak menuju pembahasan objek pada penggunaan remote tv dan sistem penginderaan jauh. Pada remote tv yang menjadi objek pengendalian yaitu televisi, sedangkan yang menjadi objek pada penginderaan jauh ialah beragam wujud dan fenomena yang terdapat pada permukaan serta dekat permukaan bumi.

Selanjutnya beralih menuju interaksi antara sumber tenaga dengan objek. Pada penggunaan remote tv, sinyal yang dikirimkan dari remote sebagai sumber tenaga berinteraksi dengan komponen penerima (receiver) sinyal yang berada di televisi, yang selanjutnya dilakukan eksekusi sesuai dengan perintah dari remote. Sedangkan pada penginderaan jauh, sumber tenaga internal dan eksternal sebuah wahana berinteraksi dengan beragam objek yang ada di permukaan bumi berupa pemantulan (refleksi), penyerapan (absorpsi), dan meneruskan (transmisi).

Konsep Penginderaan Jauh

Konsep Penginderaan Jauh (Remote Sensing)
(Sumber Gambar: http://sar.kangwon.ac.kr/etc/rs_note/rsnote/cp1/cp11.htm)

Dari pembahasan konsep penginderaan jauh dengan menggunakan analogi penggunaan remote tv, semoga dapat memudahkan Anda dalam memahami penginderaan jauh secara garis besar.

Pengertian Penginderaan Jauh

Dari pembahasan sebelumnya terkait sedikit konsep mengenai penginderaan jauh, mungkin Anda mendapat gambaran mengenai penginderaan jauh, dan barangkali ada yang terlintas di benaknya pertanyaan seperti apakah remote tv beserta penggunaan remote pada alat elektronik lainnya termasuk penginderaan jauh? atau bagaimana dengan penggunaan alat seperti rontgen?, lalu apakah mata juga termasuk?.

Remote beragam alat elektronik, rontgen, ataupun mata kita, secara prinsip kerja tidaklah jauh berbeda, dimana dalam memperoleh informasi dari suatu objek dilakukan dalam jarak tertentu tanpa kontak langsung dengan objek tersebut. Namun terminologi penginderaan jauh dibatasi pada perolehan informasi beragam objek yang terdapat pada permukaan dan dekat permukaan bumi.

Berdasarkan konsep dan batasan penginderaan jauh yang telah diuraikan, maka penginderaan jauh dapat diartikan sebagai sebuah ilmu ataupun cara perolehan informasi objekobjek, dan berbagai fenomena yang terjadi di permukaan dan dekat permukaan Bumi, sesuai dengan kepentingan atau misi yang ingin dicapai, tanpa kontak langsung dengan beragam objek tersebut, melalui penggunaan sebuah wahana yang berada pada jarak tertentu dari objek yang direkam.

Pengertian Penginderaan Jauh Menurut Para Ahli

Seseorang dikatakan ahli atau pakar dalam sebuah bidang tertentu, jika ia telah mempelajari dan mempraktikkan suatu bidang ilmu dalam kurun waktu yang cukup lama, serta telah diakui kemampuannya baik secara resmi maupun tidak resmi oleh orang-orang yang berkecimpung pada bidang tersebut dan juga khalayak umum yang telah memperoleh manfaat dari keahlian orang tersebut.

Seorang ahli mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan mereka yang baru berkecimpung dan tentunya jika disandingkan dengan orang yang masih awam. Oleh karenanya kita perlu  mengetahui pengertian penginderaan jauh dari para pakar yang telah lama bergelut dengan bidang penginderaan jauh, supaya kita mengetahui pemahaman yang benar terkait penginderaan jauh.

Selain pengertian penginderaan jauh oleh Liliesand dan Kiefer pada awal tulisan, terdapat pengertian penginderaan jauh lainnya dari para pakar di bidang penginderaan jauh lainnya, seperti berikut ini:

Menurut James B. Campbell dan Randolph H. Wynne pada buku yang mereka buat dengan judul: “Introduction to Remote Sensing”, mendefinisikan Penginderaan Jauh sebagai ilmu yang mempelajari objek yang ada di permukaan bumi dengan pendekatan tertentu, tanpa harus kontak langsung dengan objek tersebut. Campbell sendiri merupakan seorang Profesor Geografi, sedangkan Wynne adalah Profesor di Departemen Sumber Daya Hutan dan Konservasi Lingkungan, yang keduanya mengajar di kampus yang sama yakni di Virginia Polytechnic Institute and State University (Virginia Tech).

James B. Campbell & Randolph H. Wynne

American Society of Photogrammetry: Penginderaan jauh adalah pengukuran atau perolehan informasi dari beberapa sifat objek atau fenomena, dengan menggunakan tape recorder untuk menghindari kontak fisik dengan objek atau fenomena yang diteliti.

Collwell (1984): Penginderaan Jauh yaitu suatu pengukuran atau perolehan data pada objek di permukaan bumi dari satelit atau instrumen lain yang berada jauh dari objek yang diindera.

Curran (1985): Penginderaan Jauh yaitu penggunaan sensor menggunakan tenaga dari radiasi gelombang elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan di permukaan bumi yang dapat diinterpretasikan sehingga menghasilkan informasi yang berguna.

David T. Lindgren (Profesor Emeritus Geografi di Dartmouth College) yang mendefiniskan Penginderaan Jauh sebagai beragam teknik yang dikembangkan untuk memperoleh dan melakukan analisis informasi tentang bumi.

Dari beragam pengertian penginderaan jauh dari beberapa ahli dan sebuah organisasi yang terkait, kita bisa menarik garis besar bahwa penginderaan jauh terkait dengan perolehan sebuah informasi atau data di permukaan dan dekat permukaan bumi, menggunakan sebuah wahana yang berada pada jarak tertentu dan tanpa harus kontak langsung dengan objek yang hendak direkam.

Manfaat Penginderaan Jauh dalam Berbagai Bidang

Pada pembahasan konsep dan pengertian penginderaan jauh, kita telah mengetahui bahwa perolehan informasi beragam objek dan fenomena yang terdapat pada permukaan dan dekat permukaan bumi dilakukan sebuah wahana tanpa harus kontak langsung dengan objek dan fenomena yang hendak direkam. Dengan demikian – terutamanya untuk wahana yang termasuk spaceborne seperti satelit, kita tidak perlu beranjak menuju area yang ingin kita ketahui informasinya, namun cukup menggunakan data citra satelit yang merupakan hasil perekaman satelit yang berjarak ratusan kilometer dari paras bumi, yang dapat kita olah dan analisis dimana saja.

Keuntungan besar dari ketidakperluan kita pergi langsung menuju area perekaman yakni kita tidak harus mengeluarkan biaya perjalanan serta berbagai biaya lain yang timbul dari kunjungan ke area yang ingin kita peroleh informasinya. Selain itu, kita dapat memperoleh secara cepat informasi area perekaman, karena saat ini data original citra satelit dapat diperoleh dalam hitungan hari bahkan jam, sehingga kita dapat menghemat waktu dan mempercepat pekerjaan yang tengah kita lakukan. Tampilan data citra satelit dan penginderaan jauh pada umumnya yang tampak dari atas (bird eye view) bermanfaat untuk melakukan analisis secara komprehensif pada area perekaman.

Dengan beragam keunggulannya, data penginderaan jauh bermanfaat pada berbagai bidang, seperti contohnya bidang-bidang berikut ini:

  • Bidang Pertambangan dan Energi:
    • Digunakan sebagai data dalam Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) atau perizinan lainnya;
    • Salah satu data yang digunakan dalam laporan area tambang yang dimiliki sebuah perusahaan kepada kementrian terkait;
    • Perencanaan site plan area pertambangan;
    • Monitoring luasan area tambang yang dimiliki perusahaan dari waktu ke waktu;
    • Perencanaan dan monitoring rehabilitasi lahan hasil kegiatan pertambangan;
    • Monitoring kegiatan pertambangan ilegal dan PETI;
    • Inventarisasi potensi area pertambangan;
    • Monitoring perubahan tutupan lahan di area tambang dan sekitarnya;
    • Inventarisasi potensi dan perencanaan lokasi pembangkit listrik tenaga mikrohidro.
  • Bidang Pertanian dan Perkebunan:
    • Melakukan observasi pada lahan yang luas, petak tanaman hingga tiap individu tanaman;
    • Melakukan identifikasi jenis tanaman dan kondisi tanah, potensi panen, efektifitas pengairan, kesuburan dan penyakit tanaman, kandungan air;
    • Secara berkala (time series) dapat digunakan untuk memantau pertumbuhan tanaman, laju perubahan jenis tanaman, perubahan atau alih fungsi lahan pertanian;
    • Menghitung jumlah pohon dan volume hasil panen komoditi perkebunan;
    • Perencanaan  pola tanam perkebunan;
    • Perencanaan peremajaan tanaman perkebunan.
  • Bidang Kehutanan:
    • Monitoring batas-batas fungsi kawasan hutan;
    • Identifikasi wilayah habitat satwa;
    • Identifikasi perubahan kawasan hutan akibat illegal loging;
    • Inventarisasi potensi sumber daya hutan;
    • Pemetaan kawasan unit-unit pengelolaan hutan;
    • Perencanaan lokasi reboisasi.
  • Bagi Unit Pengelolaan Hutan HTI:
    • Perencanaan pembagian areal usaha ke dalam bentuk blok, petak dan anak petak;
    • Perencanaan lokasi camp, lokasi menara pengawas, lokasi persemaian, dan lain-lain;
    • Monitoring pertumbuhan tanaman dan areal siap panen.
  • Bagi Unit Pengelolaan Hutan HPH:
    • Inventarisasi luas lahan HPH;
    • Menghitung potensi volume kayu;
    • Perencanaan dan pembuatan site plan;
    • Perencanaan jalur transportasi loging;
    • Mengidentifikasi batas kawasan;
    • Evaluasi laju produksi.
  • Secara berkala (time series) digunakan untuk:
    • Memantau laju kerusakan hutan (deforestation);
    • Memantau perubahan lahan pada kawasan hutan;
    • Memantau keberhasilan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GERHAN).
  • Bidang Arsitek dan Konstruksi:
    • Desain dan perencanaan tapak konstruksi;
    • Desain dan perencanaan landscape konstruksi;
    • Perbaikan proses desain;
    • Monitoring proses konstruksi.
  • Bidang Perencanaan dan Pembangunan Wilayah:
    • Pembuatan peta detail penggunaan lahan;
    • Perencanaan tata ruang, DED, dan landscape pembangunan;
    • Pemetaan kawasan rawan bencana alam;
    • Pemantauan dan penanggulangan bencana alam.
  • Bidang Entertainment dan Pelatihan:
    • Simulasi terbang pada pelatihan pilot;
    • Visualisasi 3 dimensi relief permukaan bumi pada industri film dan game.
  • Bidang Pertahanan dan Intelijen:
    • Mendukung operasi intelijen;
    • Operasi tempur;
    • Operasi teritorial;
    • Operasi militer selain perang.

Pengolahan Citra Penginderaan Jauh

Data penginderaan jauh seperti data citra satelit, diperoleh dari sebuah wahana yang beroperasi pada jarak tertentu, yang tidak lepas dari kesalahan baik yang berasal dari wahana itu sendiri (internal) atau diluar wahana (eksternal seperti pengaruh atmosfer, efek topografi dan rotasi bumi, serta yang lainnya). Selain itu, data penginderaan jauh perlu dilakukan analisis lanjutan untuk memperoleh manfaat yang lebih besar. Oleh karenanya diperlukan ilmu untuk mengolah dan menganalisis data penginderaan jauh, sehingga manfaat besarnya dapat kita peroleh.

Bagi Anda yang saat ini ingin mempelajari bagaimana cara mengolah dan melakukan analisis citra penginderaan jauh, Anda dapat mempelajarinya pada ebook berjudul: “Pengolahan Citra Penginderaan Jauh”, dengan informasi lebih lengkapnya dapat Anda simak pada link berikut ini:

Pengolahan Citra Penginderaan Jauh

Ebook disusun secara terstruktur dengan bahasa yang sederhana, sehingga mudah dipahami bagi siapa saja yang hendak mempelajari cara pengolahan citra penginderaan jauh. Anda akan mempelajari konsep penginderaan jauh dan terutamanya penggunaan software untuk melakukan pengolahan dan analisis citra penginderaan jauh.

Pengolahan Citra Penginderaan JauhRasakan manfaat besar dari mempelajari ilmu pengolahan citra penginderaan jauh setelah Anda memiliki ebook tersebut. Silahakan klik link di bawah untuk melakukan order:

Setelah Anda membaca tulisan kami kali ini, lalu apa sebenarnya penginderaan jauh itu sendiri menurut Anda?. Penginderaan Jauh adalah ……………………. (silahkan isi titik-titik tersebut pada kolom komentar, sehingga kami mengetahui sejauh mana pemahaman Anda mengenai penginderaan jauh dari postingan yang kami buat).

Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat dan Anda dapat memahaminya dengan baik dan mudah. Sampai jumpa pada seri postingan terkait penginderaan jauh lainnya di waktu yang akan datang.

POSTINGAN MENARIK LAINNYA:

1). [Tutorial] Membuka File Geodatabase di QGIS versi 3.x

2). [Tutorial] Menampilkan Informasi Cuaca di QGIS

3). [Tutorial] Cara Memperoleh Anotasi di Google Maps

4). [Tutorial] Membuat Area Buffer dalam Beberapa Radius Menggunakan QGIS

5). [Tutorial] Membuat Grid di QGIS

Avatar

Author: Map Vision Indonesia

Map Vision Indonesia merupakan team yang berisikan praktisi di bidang Citra Satelit, Penginderaan Jauh (Remote Sensing), Sistem Informasi Geografis (SIG), serta Pemetaan pada umumnya. Kami telah berpengalaman khususnya mengerjakan ratusan proyek pengadaan dan pengolahan serta mapping data citra satelit berbagai resolusi dari berbagai vendor sejak tahun 2013.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Website Ini Bermanfaat? Bagikan Supaya Kawan Anda Tahu

Facebook20k
20k
WhatsApp chat
%d bloggers like this: