Map Vision Indonesia

Bulan Depan, Airbus Defence & Space Siap Luncurkan Satelit Paling Gres

(Last Updated On: October 29, 2022)
Konstelasi Satelit Pleiades Neo

Konstelasi Satelit Pleiades Neo
(Image Copyright: Airbus Defence & Space)

Bulan November 2022, Airbus Defence & Space bersiap untuk menambah anggota keluarga besarnya, dengan mengirimkan 2 Satelit Pleiades Neo yang tersisa, yakni Satelit Pleiades Neo 5 dan 6, sebagai bagian dari konstelasi Satelit Pleiades Neo.

Konstelasi Satelit Pleiades Neo terdiri dari 4 satelit kembar, dengan 2 satelit awal yaitu Satelit Pleiades Neo 3 dan 4, telah meluncur pada 2021 yang lalu. Sisanya, Satelit Pleiades Neo 5 dan 6, dijadwalkan akan mengangkasa pada 23 November 2022 mendatang.

Persiapan menuju peluncuran yang bertempat di Guiana Space Center, Korou, Guyana Prancis, semakin dimatangkan. Pada 24 Oktober 2022, kedua Satelit Pleiades Neo, telah berada di tempat peluncuran, setelah sebelumnya diterbangkan dari Bandara Toulouse, Prancis.

Dua Truk Mengangkut Masing-Masing Satelit Pleiades Neo di Bandara Toulouse untuk Diterbangkan Menuju Tempat Peluncuran di Guiana Space Center, Korou, Guyana Prancis
(Image Copyright: Airbus Defence & Space)

 

Mengenal Satelit Pleiades Neo

Satelit Pleiades Neo merupakan satelit observasi bumi teranyar dan tercanggih milik perusahaan asal Prancis, Airbus Defence & Space. Satelit ini mampu menghasilkan citra permukaan bumi dengan resolusi spasial mencapai 30 cm (untuk citra satelit dengan sudut perekaman sangat rendah), yang terdiri dari 6 band yaitu merah (red), hijau (green), biru (blue), inframerah dekat (near infrared), tepi merah (red edge), serta biru tua (deep blue).

Total 4 Satelit Pleiades Neo direncanakan akan “bertugasdi luar angkasa, membentuk sebuah konstelasi, untuk melakukan perekaman kenampakan permukaan bumi hingga 2 juta kilometer persegi per harinya.

Data citra satelit hasil perekaman disimpan langsung pada platform OneAtlas secara online, yang memungkinkan para pelanggan untuk mengakses data, melakukan analisis serta korelasi dengan data arsip optik dan radar milik perusahaan Airbus Defence & Space.

BACA JUGA:

1). Airbus Defence & Space Luncurkan Produk Lanjutan dari Pleiades Neo

2). Satelit Pleiades Neo 3 Resmi Mengangkasa

3). Satelit Pleiades Neo 4 Berhasil Mengangkasa

4). Siap-Siap!, Bakal Tersedia Citra Satelit dengan Resolusi 15 cm

5). Bagaimana Cara Memperoleh Citra Satelit?

Pleiades Neo juga dilengkapi dengan teknologi terkini dari Laser Communication Technology yang memberikan keuntungan kepada para pelanggan berupa kecepatan transmisi data yang sangat luar biasa. Dengan penggunaan Laser Communication Technology yang telah disinggung di atas, kecepatan transmisi data dapat mencapai 1.8 Gbit per detik dan posisi orbit geostasioner dari satelit relay, yang memungkinkan transmisi data mencapai 40 Tb per hari ke Bumi secara quasirealtime, yang sangat berlawanan dengan kondisi satelit saat ini yang terkadang mencapai keterlambatan transmisi data hingga beberapa jam lamanya.

Pleiades Neo menggunakan SpaceDataHighway untuk memastikan sistem reaktivitas tertinggi, latensi (jeda waktu pengiriman data) terendah, dan volume tinggi untuk transfer data. Dan penggunaan SpaceDataHighway oleh Pleiades Neo menjadikannya sebagai satelit komersial pertama yang menggunakan teknologi tersebut. SpaceDataHighway yang dikenal juga sebagai European Data Relay System (EDRS), dikembangkan oleh European Space Agency (ESA) dan Airbus Defence & Space, melalui kerjasama dalam bentuk Public-Private Partnership (PPP). Kehadiran teknologi ini selain memberi manfaat bagi Pleiades Neo, juga bagi Satelit Sentinel yang merupakan bagian dari Program Copernicus-nya ESA.

SpaceDataHighWay

SpaceDataHighway
(Image Copyright: Airbus Defence & Space)

Keempat Satelit Pleiades Neo akan dilengkapi dengan terminal reaktif Ka-band yang memungkinkan pengambilan data update pada menit-menit akhir, bahkan jika satelit berada di luar garis pengamatan stasiun bumi (ground stations). Hal ini sangat bermanfaat bagi pelanggan dan pihak-pihak yang ingin segera mendapatkan data perekaman terbaru khususnya ketika musibah besar atau bencana alam terjadi ataupun untuk kepentingan mendesak militer maupun sipil.

 Keberadaan terminal laser generasi selanjutnya yang terintegrasi pada Satelit Pleiades Neo, akan membuat pengoptimalan dalam hal daya dan mengurangi 60 persen massa serta ukuran dibandingkan dengan penggunaan terminal yang sedang digunakan saat ini. Terminal ini dirancang oleh Tesat Spacecom dan dikembangkan di bawah kerjasama antara German Aerospace Centre (DLR) dan Airbus Defence & Space.

Satelit Pleiades Neo, yang didanai, diproduksi, dioperasikan, dan dimiliki sepenuhnya oleh Airbus Defence & Space, dirancang dengan masa hidup selama 15 tahun ke depan, atau perkiraan akan berhenti beroperasi pada tahun 2035 mendatang.

Spesifikasi Satelit Pleiades Neo

Spesifikasi Satelit Pleiades Neo

Contoh Tampilan Citra Satelit Pleiades Neo

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, resolusi spasial Citra Satelit Pleiades Neo dapat mencapai 30 cm, yang terdiri dari 6 band. Dengan spesifikasi tersebut, skala maksimal yang dapat diperoleh lazimnya berada pada skala 1 : 2.000 hingga maksimal 1 : 1.000 (tergantung sudut perekaman), serta dapat disajikan pada tampilan warna natural dan warna semu (menggunakan kombinasi band diluar band yang berada pada spektrum elektromagnetik cahaya tampak).

Contoh tampilan Citra Satelit Pleiades Neo yang pernah kami kerjakan adalah sebagai berikut:

Data Olahan Citra Satelit Pleiades Neo Warna Natural

Data Olahan Citra Satelit Pleiades Neo Warna Natural Skala 1 : 1.200
(Image Copyright: Airbus Defence & Space; Courtesy of Map Vision Indonesia)

Data Olahan Citra Satelit Pleiades Neo Warna Natural

Data Olahan Citra Satelit Pleiades Neo Warna Natural Skala 1 : 1.200
(Image Copyright: Airbus Defence & Space; Courtesy of Map Vision Indonesia)

Data Olahan Citra Satelit Pleiades Neo Warna Natural (Shaded Relief)

Data Olahan Citra Satelit Pleiades Neo Warna Natural (Shaded Relief) Skala 1 : 15 Ribu
(Image Copyright: Airbus Defence & Space; Courtesy of Map Vision Indonesia)

Data Olahan Citra Satelit Pleiades Neo Warna Merah Semu

Data Olahan Citra Satelit Pleiades Neo Warna Merah Semu Skala 1 : 1.200
(Image Copyright: Airbus Defence & Space; Courtesy of Map Vision Indonesia)

Data Olahan Citra Satelit Pleiades Neo Warna Hijau Semu

Data Olahan Citra Satelit Pleiades Neo Warna Hijau Semu Skala 1 : 1.200
(Image Copyright: Airbus Defence & Space; Courtesy of Map Vision Indonesia)

Tampilan 3D (3D View) Data Olahan Citra Satelit Pleiades Neo Warna Natural

Tampilan 3D (3D View) Data Olahan Citra Satelit Pleiades Neo Warna Natural
(Image Copyright: Airbus Defence & Space; Courtesy of Map Vision Indonesia)

Pemesanan Citra Satelit Pleiades Neo

Citra Satelit Pleiades Neo sudah mulai dipasarkan dari tahun 2021, setelah keberhasilan peluncuran 2 Satelit Pleiades Neo 3 dan 4.

Anda dapat order data Citra Satelit Pleiades Neo di Map Vision Indonesia. Untuk informasi pemesanan, Anda dapat melihatnya pada link berikut: Pleiades Neo (0.3 meter), atau menghubungi kami via nomor WA berikut: 0878 2292 5861.

POSTINGAN MENARIK LAINNYA:

1). [Tutorial] Membuka File Geodatabase di QGIS versi 3.x

2). [Tutorial] Menampilkan Informasi Cuaca di QGIS

3). [Tutorial] Cara Memperoleh Anotasi di Google Maps

4). [Tutorial] Membuat Area Buffer dalam Beberapa Radius Menggunakan QGIS

5). [Tutorial] Menghitung Volume Data Raster Menggunakan QGIS

Author: Map Vision IndonesiaMap Vision Indonesia merupakan team yang berisikan praktisi di bidang Citra Satelit, Penginderaan Jauh (Remote Sensing), Sistem Informasi Geografis (SIG), serta Pemetaan pada umumnya. Kami telah berpengalaman khususnya mengerjakan ratusan proyek pengadaan dan pengolahan serta mapping data citra satelit berbagai resolusi dari berbagai vendor sejak tahun 2013.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat
%d bloggers like this: