Last Updated on April 5, 2025 by Map Vision Indonesia
Dapatkan Data Citra Satelit SpaceEye–T dengan Resolusi Spasial Kelas 25 cm (0,25 m) di Map Vision Indonesia
Untuk Pemesanan atau Konsultasi Terlebih Dahulu, Silakan WA ke nomor berikut: 0878 2292 5861
Bukan Maxar Intelligence, tidak pula Airbus Space, namun ternyata perusahaan Satrec Initiative (SI) dari Korea Selatan yang menjadi perusahaan pertama yang memiliki dan mengoperasikan satelit observasi Bumi penghasil citra dengan resolusi spasial tertinggi saat ini untuk tujuan komersial. Satelit itu bernama SpaceEye–T yang mampu menghasilkan citra dengan resolusi spasial kelas 25 cm (0,25 m), dan terdiri dari 4 band VNIR (merah, hijau, biru, dan inframerah dekat).
Table of Contents
Sejarah
Rencana pembuatan Satelit SpaceEye–T sudah mulai diungkapkan oleh pihak Satrec Initiative (SI) pada tanggal 18 Agustus 2021.
“Kami melihat adanya peningkatan permintaan untuk data observasi Bumi berbasis satelit, khususnya di bidang energi, pemantauan iklim, manajemen bencana, serta pengintaian dan pengawasan untuk keperluan militer”, kata Jeon Bong–ki, seorang eksekutif Satrec Initiative, kepada SpaceNews. “SpaceEye-T akan membuka jalan bagi perusahaan untuk memasuki pasar yang semakin menguntungkan ini”, lanjut Jeon Bong-ki.
Satrec Intitiative (SI) sendiri merupakan produsen pembuat satelit di Korea Selatan yang didirikan pada tahun 1999 oleh para insinyur yang mengembangkan satelit pertama Korea Selatan yang bernama KITSAT–1 di Pusat Penelitian Teknologi Satelit KAIST.
BACA JUGA:
1). 2 Satelit WorldView Legion Lainnya Berhasil Mengangkasa
2). Pleiades Neo Next: Calon Satelit Penghasil Citra dengan Resolusi Spasial Tertinggi
3). Satelit Pleiades Neo 4 Berhasil Mengangkasa
4). Roket Tidak Berfungsi Semestinya, Satelit Pleiades Neo Gagal Mengorbit
5). Airbus Defence & Space Luncurkan Produk Lanjutan dari Pleiades Neo
Selanjutnya, SI menjadi perusahaan afiliasi dari Hanwha Group setelah divisi bisnis pertahanan mereka yakni Hanwha Aerospace membeli 30 persen saham SI dengan harga sekitar 110 juta US Dollar.
Peluncuran
Satelit SpaceEye–T awalnya direncanakan meluncur menuju angkasa pada awal tahun 2024, namun baru terealisasi tahun berikutnya, tepatnya pada tanggal 14 Maret 2025.
Peluncuran bertempat di Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg, California, Amerika Serikat, menggunakan Falcon 9 yang merupakan kendaraan peluncur menuju luar angkasa milik SpaceX – perusahaan kepunyaan Elon Musk.
Wahana
Wahana Satelit SpaceEye–T diperkirakan mempunyai bobot sebesar 700 kg. Desain wahana mengalami pengecilan ukuran, serta mendapatkan peningkatan kelincahan dan akurasi geolokasi dibandingkan dengan wahana Satelit SpaceEye–1.
Sensor
Instrumen pencitraan elektro–optik dari SI yakni EOS–X, dibenamkan pada Satelit SpaceEye–T. Instrumen yang menjadi penerus instrumen sebelumnya, EOS–T, memiliki 5 band, dengan 4 band VNIR (Visible & Near InfraRed) serta 1 band pankromatik.

Instrumen Pencitraan Elektro–Optik SI EOS–T yang merupakan instrumen pendahulu dari Instrumen SI EOS–X yang dibenamkan pada Satelit SpaceEye–T
(Image Credit: Satrec Initiative)
Mulanya citra yang akan dihasilkan memiliki resolusi spasial mencapai 30 cm (0,3 m) pada posisi nadir untuk 1 band pankromatik dan 1,2 m saat keadaan nadir untuk 4 band VNIR, namun terjadi perubahan dengan melakukan peningkatan kelas resolusi spasialnya mencapai 25 cm (0,25 m) untuk band pada moda pankromatik dan 1 m untuk band moda multispektral. Hal ini menjadikan Satelit SpaceEye–T sebagai satelit observasi Bumi komersial penghasil citra dengan kelas resolusi spasial tertinggi di dunia untuk saat ini.
Satelit SpaceEye–T dirancang melakukan perekaman dalam 5 mode pencitraan yaitu operasi pencitraan strip, operasi pencitraan multi strip, operasi pencitraan multi stereo lintasan tunggal, operasi pencitraan area luas lintasan tunggal, dan operasi pencitraan strip miring. Berbagai kemampuan operasi ini dimungkinkan oleh kelincahan dan akurasi geolokasi dari Satelit SpaceEye–T yang canggih.
Segmen Darat
Citra satelit hasil perekaman Satelit SpaceEye–T akan dikelola oleh perusahaan afiliasi dari Satrec Initiative yakni Satrec Intitiative Imaging Service (SIIS), yang juga merupakan penyedia data Citra Satelit KOMPSAT, dan Satrec Initiative Analysis (SIA), sebagai penyedia solusi intelijen geospasial berbasis AI untuk citra satelit. Kedua perusahaan afiliasi tersebut akan mengoperasikan Satelit SpaceEye–T dan memasarkan data citra satelit hasil perekamannya secara global.
Citra Satelit Resolusi Sangat-Sangat Tinggi
Keberhasilan Satelit SpaceEye–T meluncur ke luar angkasa dan dalam beberapa bulan mendatang akan sepenuhnya dapat memasarkan data citra satelit yang dihasilkannya, membuat pasar citra satelit akan semakin menarik ke depannya.
Ketersediaan data citra satelit dengan kelas resolusi spasial lebih tinggi dari 30 cm (0,3 m) membuat beberapa pihak sudah memberikan kategorisasi baru untuk data citra satelit tersebut yakni citra satelit resolusi spasial sangat–sangat tinggi (satellite imagery with very–very high spatial resolution). Hal ini tentu akan memicu perusahaan lain terutama pemain besar seperti Maxar Intelligence, Airbus Space, dan juga perusahaan–perusahaan asal China yang tengah gencar masuk ke pasar satelit observasi Bumi, untuk segera memproduksi satelit dengan minimal menghasilkan citra dengan kelas resolusi spasial yang setara bahkan lebih tinggi lagi.
Airbus Space sendiri sebenarnya sudah berencana membuat satelit penghasil citra dengan kelas resolusi spasial di atas 30 cm (0,3 m) yang diperkirakan berada pada resolusi spasial kelas 20 cm (0,2 m) yang bernama Pleiades Neo Next, namun belum ada kepastian kapan waktu peluncuran satelit tersebut. Sedangkan, untuk Maxar Intelligence dalam beberapa tahun ini sudah meluncurkan 6 Satelit WorldView Legion yang menghasilkan citra dengan resolusi spasial kelas 30 cm (0,3 m), sehingga agak sulit dalam waktu dekat melihat perusahaan ini akan menyusul membuat satelit dengan resolusi spasial yang lebih tinggi lagi. Kemungkinan besar perusbahaan–perusahaan asal China semisal Chang Guang Satellite Technology yang memiliki Satelit Jilin dan perusahaan dari China lainnya yang tampak akan segera menyusul Satelit SpaceEye–T, mengingat betapa agresifnya perusahaan-perusahaan asal negeri Tirai Bambu tersebut melakukan penetrasi dalam pasar citra satelit resolusi sangat tinggi.
Melalui alasan yang dikemukan di atas, terdapat kemungkinan dalam beberapa waktu ke depan, Satelit SpaceEye–T akan melenggang sendirian sebagai satelit penghasil citra dengan resolusi spasial tertinggi untuk tujuan komersial. Namun, jika melihat ketersediaan data citra satelit asal Korea Selatan yang tersedia saat ini yaitu KOMPSAT yang datanya tidak terlalu banyak tersedia untuk wilayah Indonesia, maka kemungkinan juga kita tidak akan terlalu banyak mendapati ketersediaan data Citra Satelit SpaceEye–T di wilayah Indonesia, apalagi saat ini baru satu Satelit SpaceEye–T yang beroperasi.
Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi & Sangat-Sangat Tinggi di Map Vision Indonesia
Berbagai keperluan Anda terhadap data citra satelit seperti untuk monitoring area pertambangan yang dimiliki, melihat perkembangan proyek pembangunan infrastruktur dari waktu ke waktu, pemantauan bencana alam, serta lainnya, menjadi semakin mudah dengan ketersediaan data citra satelit dengan resolusi spasial sangat tinggi dan sangat–sangat tinggi yang saat ini mulai bejibun dengan kehadiran banyak perusahaan–perusahaan satelit observasi Bumi.
Melalui teknologi yang makin canggih, satelit observasi Bumi selain menghasilkan citra dengan kelas resolusi spasial yang semakin tinggi, juga mempunyai waktu kembali ke tempat semula (revisit time) yang semakin cepat, akurasi citra satelit yang dihasilkan semakin tinggi, disertai cakupan area yang semakin luas, membuat penggunaan data citra satelit untuk kepentingan yang Anda miliki menjadi semakin relevan, bermanfaat, serta efektif dan efisien baik dari sisi waktu dan harganya.
Saat ini, citra satelit dengan kelas resolusi spasial tertinggi untuk tujuan komersial yakni 30 cm (0,3 m), tersedia data Citra Satelit WorldView Legion, WorldView–3, dan WorldView–4 (tahun 2016–2019) dari perusahaan Maxar Intelligence, kemudian Pleiades Neo dari Airbus Space, serta SuperView Neo dari Beijing Space View Technology. Dan, jika sudah beroperasi sepenuhnya, maka nantinya Citra Satelit SuperEye–T akan menjadi citra satelit dengan resolusi spasial tertinggi dengan resolusi spasial kelas 25 cm (0,25 m).
Bagi Anda yang saat ini tengah memerlukan data citra satelit resolusi spasial sangat tinggi dan sangat–sangat tinggi, jangan ragu untuk mempercayakan kebutuhan Anda tersebut kepada Map Vision Indonesia.
Melalui pengalaman dan keahlian selama ini sejak tahun 2013, kami dapat menjadi solusi kebutuhan data citra satelit Anda.
Untuk order data citra satelit atau hendak konsultasi terlebih dahulu mengenai data citra satelit yang dibutuhkan, silakan klik tombol menuju WA sales kami di bawah ini:
POSTINGAN MENARIK LAINNYA:
1). [Tutorial] Membuka File Geodatabase di QGIS versi 3.x
2). [Tutorial] Menampilkan Informasi Cuaca di QGIS
3). [Tutorial] Cara Memperoleh Anotasi di Google Maps
4). [Tutorial] Membuat Area Buffer dalam Beberapa Radius Menggunakan QGIS
5). [Tutorial] Menghitung Volume Data Raster Menggunakan QGIS


Twitter
Facebook