Last Updated on October 16, 2025 by Map Vision Indonesia

Data Olahan Citra Satelit Sentinel–2A Warna Natural Skala 1 : 35.000 di wilayah Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat
(Image Copyright: ESA; Courtesy of Map Vision Indonesia)
DAPATKAN CITRA SATELIT SENTINEL–2 DENGAN KUALITAS TERBAIK & HARGA YANG KOMPETITIF DI MAP VISION INDONESIA
UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI KAMI PADA NOMOR TELEPON (WhatsApp): 0878 2292 5861 | E-MAIL: mapvisionindonesia@gmail.com
Jika Amerika Serikat melalui USGS NASA memberikan akses cuma–cuma bagi masyarakat dunia untuk memperoleh data geospasial terutamanya data citra satelit dari Program Landsat yang sudah sangat melegenda dan hingga sampai sekarang masih berlangsung serta telah memasuki generasi ke-9, maka negara–negara di Eropa yang juga terkenal kompak dan sangat terorganisir, via badan antariksa yang mereka miliki yang bernama European Space Agency (ESA) juga menyediakan secara gratis data–data geospasial kepada siapa pun di muka Bumi ini, di mana salah satu diantaranya yaitu data Citra Satelit Sentinel.
Citra Satelit Sentinel merupakan hasil perekaman 6 seri Satelit Sentinel yang sudah beroperasi di angkasa. Namun, berbeda dengan Satelit Landsat yang dari generasi pertama hingga sekarang ini (Satelit Landsat 9) menghasilkan citra satelit optis, maka dari 6 seri Satelit Sentinel hanya 1 seri yakni Satelit Sentinel–2 (2A, 2B, dan 2C) yang benar–benar hanya memproduksi citra satelit optis.
Table of Contents
Sentinel–2A
Satelit pertama dari seri Satelit Sentinel–2 diberi nama tambahan huruf abjad pertama yakni A, sehingga bernama Satelit Sentinel–2A.
Satelit Sentinel–2A meluncur menuju angkasa menggunakan roket Vega, pada 23 Juni 2015 di Guiana Space Center, Korou, Guyana Prancis (French Guiana).
Citra optis pertama berhasil disajikan 4 hari setelah satelit berhasil mengorbit atau tepatnya pada tanggal 27 Juni 2015.
Salah satu citra satelit pertama yang dihasilkan Satelit Sentinel–2A meng-cover Lembah Po di Italia, dibingkai oleh Pegunungan Alpen di bagian utara serta pegunungan yang berada di pesisir Italia dan Prancis pada bagian selatan.

Salah Satu Citra Satelit Pertama Hasil Perekaman Satelit Sentinel–2A di wilayah Italia dan Prancis
(Image Copyright: ESA)
Satelit Sentinel–2A sudah bersiap–siap untuk mengakhiri masa operasinya ketika satelit penggantinya yakni Satelit Sentinel–2C telah mengangkasa pada 5 September 2024, namun hingga kini Satelit Sentinel-2A masih dipertahankan pada orbitnya sebelum benar-benar berhenti beroperasi.
Sentinel–2B
Berselang hampir 2 tahun dari peluncuran Satelit Sentinel–2A tepatnya pada 6 Maret 2017, satelit generasi kedua dari seri Sentinel-2 yaitu Sentinel–2B mulai menyusul “saudara pertamanya”, dengan tempat peluncuran dan tipe roket yang sama dengan peluncuran Satelit Sentinel-2A.
Untuk spesifikasi teknis Satelit Sentinel–2B salah satunya yaitu struktur teleskop dan cermin pada satelit ini terbuat dari silikon karbida, yang membuat stabilitas optik sangat tinggi dan meminimalisir deformasi termo elastis, sehingga menghasilkan citra dengan kualitas sangat baik, dan hal tersebut merupakan inovasi baru pada satelit observasi bumi di kategori ini.
Satelit dengan berat 1,1 ton ini, berada pada ketinggian 786 kilometer di atas permukaan laut, dengan periode 101 menit, serta mempunyai waktu revisit selama 5 hari.
Sentinel–2C
Satelit ketiga dari seri Satelit Sentinel–2 yakni Sentinel–2C berhasil mengangkasa pada 5 September 2024 pukul 03:50 CEST (4 September 2024 pukul 22:50 waktu setempat). Sama halnya dengan peluncuran Satelit Sentinel-2A dan 2B, peluncuran Satelit Sentinel–2C juga bertempat di Pusat Antariksa Guyana di Korou, Guyana Prancis, menggunakan roket peluncur Vega.
Seminggu setelah sukses berada pada orbitnya, Satelit Sentinel-2C menghasilkan citra pertamanya yang kemudian diproses oleh Copernicus Ground Segment. Salah satu Citra Satelit Sentinel–2C perdana yang dihasilkan berada di Kota Sevilla, Spanyol, seperti ditunjukkan di bawah ini:
Seperti dibahas pada bagian Satelit Sentinel-2A, Satelit Sentinel–2C direncanakan sebagai penggganti Satelit Sentinel-2A yang telah berada pada penghujung masa beroperasinya, namun dengan peningkatan sistem navigasi serta kompatibel dengan GPS dan Galileo.
Satelit Kembar
Merujuk pada spesifikasi citra satelit yang dihasilkannya, maka trio Satelit Sentinel–2A, 2B, dan 2C, dapat dikatakan sebagai satelit kembar, karena identiknya citra satelit yang mereka produksi dari sisi resolusi spasial dan spektralnya.
Citra Satelit Sentinel–2 memiliki 13 band yang terdiri dari 4 band yang berada pada spektrum cahaya tampak (visible) dan inframerah dekat (near infrared) meliputi band merah (red), hijau (green), biru (blue), & inframerah dekat (near infrared), kemudian 3 band yang terdapat pada spektrum gelombang pendek inframerah dekat (shortwave infrared), selanjutnya 3 band merupakan band tepi merah vegetasi (vegetation red edge), serta sisa 3 band lainnya untuk mendeteksi uap air, aerosol di area pesisir, serta inframerah sempit.
Detail 13 band pada Citra Satelit Sentinel–2A dan 2B (dengan nilai panjang gelombang pertengahan dan bandwidth Citra Satelit Sentinel–2C yang tidak jauh berbeda), dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Wahana Satelit
ESA menunjuk perusahaan Airbus Defence & Space (Airbus DS), bersama dengan Jena Optronik dari Jerman, Boostec (Prancis), Sener, serta GMV (Spanyol), untuk pembuatan Satelit Sentinel–2.
Airbus DS bertanggung jawab untuk desain dan platform satelit, kemudian integrasi dan pengujian satelit, serta memasok sensor MultiSpectral Instrument (MSI).
Satelit Sentinel–2 menggunakan AstroBus–L yang merupakan platform satelit European Cooperation for Space Standards (ECSS), yang kompatibel dengan masa operasi di orbit hingga 10 tahun. Platform AstroBus–L dirancang untuk berada pada Low Earth Orbit (LEO) atau orbit rendah Bumi yang berada pada ketinggian sekitar 200 hingga 1.200 km di atas permukaan Bumi.
Fitur penting yang dimiliki platform AstroBus–L yaitu konsep Failure Detection, Isolation, and Recovery (FDIR) atau deteksi kegagalan, isolasi, dan pemulihan, yang terstruktur secara hierarkis dan dapat dengan mudah diadaptasi sesuai kebutuhan misi yang spesifik.
BACA JUGA:
1). SkySat
2). Cara Memperoleh Citra Satelit Komersial untuk Kepentingan Anda
3). Penjelasan Lengkap Citra Satelit SPOT–7
Satelit Sentinel–2 dikendalikan dalam 3 sumbu (3 axes) melalui pelacak bintang yang memiliki beberapa kepala (multi–head) berkecepatan tinggi, yang dipasang pada struktur kamera, untuk menghasilkan akurasi dan stabilitas penunjuk yang lebih baik.
Attitude and Orbit Control Subsystem (AOCS) atau Subsistem Kontrol Sikap dan Orbit Satelit Sentinel–2 terdiri dari elemen–elemen berikut ini:
- Penerima GPS frekuensi ganda (kode L1/L2) untuk informasi posisi dan waktu;
- Perakitan Star Tracker (STR) atau Pelacak Bintang untuk informasi sikap yang tepat, yang terdiri dari 3 STR;
- Rate Measurement Unit (RMU) atau Unit Pengukuran Laju untuk keperluan redaman laju dan akuisisi yaw;
- Presisi redundan Inertial Measurement Unit (IMU) atau Unit Pengukuran Inersia untuk penentuan sikap dengan akurasi tinggi;
- Magnetometer (MAG) untuk informasi medan magnet Bumi;
- Coarse Earth Sun Sensors (CESS) untuk penentuan arah Bumi dan Matahari secara kasar;
- 4 Reaction Wheels (RW) atau Roda Reaksi dan 3 Magnetic Torquers (MTQ);
- Reaction Control System (RCS) atau Sistem Kontrol Reaksi merupakan sistem propulsi monopropelan untuk pemeliharaan orbit dengan pendorong 1 N;
Tugas–tugas yang berbeda dari AOCS ditentukan oleh mode–mode berikut:
- Akuisisi awal dan mode simpan (peredaman laju, akuisisi Bumi, akuisisi yaw, kondisi stabil);
- Mode Kontrol Orbit (manuver ΔV di dalam dan di luar bidang);
- Persyaratan akurasi geolokasi < 20 m untuk citra satelit diterjemahkan ke dalam persyaratan kinerja AOCS berikut seperti yang dinyatakan dalam tabel di bawah ini:
Untuk Satelit Sentinel–2 diputuskan untuk memasang IMU dan pelacak bintang pada pelat sensor yang dikontrol secara termal di MSI. Dengan demikian, dampak ketidaksejajaran IMU/STR yang bervariasi waktu terhadap kinerja sikap dapat dikurangi seminimal mungkin. Lebih lanjut, pertimbangan tingkat kebisingan pelacak bintang yang berkorelasi waktu melalui penyetelan kovarians juga diputuskan.
Beralih ke Electric Power Subsytem (EPS) atau Subsistem Tenaga Listrik Satelit Sentinel–2 yang terdiri dari:
- Panel Surya (satu sayap tunggal yang dapat dilipat dan diputar dengan tiga panel). Luas total panel 7,1 m² . Menggunakan sel surya GaAs sambungan rangkap tiga 2016 dengan dioda terintegrasi. Daya total 2.300 W (BOL) dan 1.730 W (EOL). Massa < 40 kg.
- Solar Array Drive Mechanism (SADM) untuk artikulasi array. Penggunaan motor stepper dua fase dengan stepping µ untuk meminimalkan distorsi parasit selama operasi MSI, sudut langkah motor 1,5º. Massa < 3,2 kg.
- Power Control and Distribution Unit (PCDU) atau Unit Kontrol dan Distribusi Daya. PCDU dengan satu bus daya utama 28 V ± 4 V yang tidak teregulasi. Massa < 21,6 kg, dengan waktu penggunaan di orbit adalah 12,25 tahun.
- Baterai Li–ion dengan 8 sel seri. Total kapasitas 102 Ah pada akhir masa pakai. Berat = 51 kg.

Diagram Blok Electric Power Subsytem (EPS) atau Subsistem Tenaga Listrik Satelit Sentinel–2
(Image Copyright: ESA)
OBC didasarkan pada arsitektur ERC32 PM (Modul Prosesor). Payload Data Handling System (PLDHS) atau Sistem Penanganan Data Muatan menyediakan kompresi data sumber dari 1,3 Gbit/detik hingga 450 Mbit/detik [kompresi lossy tercanggih (transformasi wavelet)].
Massa wahana Satelit Sentinel–2 sekitar 1.200 kg, termasuk 275 kg untuk instrumen MSI, 35 kg untuk muatan IR (opsional), dan 80 kg propelan (hidrazin).
Daya S/C maksimum 1.250 W, termasuk 170 W untuk MSI dan <100 W untuk muatan IR.
Wahana Satelit Sentinel–2 dirancang untuk masa pakai desain selama 7,25 tahun dengan propelan untuk 12 tahun operasi, termasuk deorbiting pada End of Life (EOL).
Data muatan disimpan dalam teknologi memori flash NAND Solid State Recorder (SSR) berdasarkan unit Compression Recording and Ciphering (CoReCi) terintegrasi dari Airbus DS.
CoReCi adalah kompresor gambar terintegrasi, memori massal, dan unit pengkodean data yang dirancang untuk memproses, menyimpan, dan memformat data instrumen video multispektral untuk downlink satelit.
Algoritma kompresi Multi–Resolution par Codage de Plans Binaires (MRCPB) yang digunakan adalah transformasi wavelet dengan pengkodean bidang bit (mirip dengan JPEG 2000). Algoritma kompleks ini diimplementasikan dalam ASIC khusus, dengan kecepatan hingga 25 MPiksel/detik. Sebagai alternatif, unit ini dapat dilengkapi dengan algoritma kompresi CCSDS menggunakan ASIC baru yang dikembangkan dengan dukungan ESA. Proses penyandian didasarkan pada algoritma AES dengan kunci 128–bit. Modularitas desain memungkinkan kapasitas memori dan laju data disesuaikan dengan menyesuaikan jumlah kompresor dan papan memori yang digunakan.
Orbit
Tiga Satelit Sentinel–2 membentuk sebuah konstelasi yang berada pada orbit Sun–synchronous, inklinasi 98,62 derajat, periode 101 menit, pada ketinggian 786 km dari paras Bumi, dengan Satelit Sentinel–2B dengan 2C berbeda fase 180 derajat dan Satelit Sentinel–2A berada pada posisi 36 derajat dari Satelit Sentinel–2B, serta memiliki waktu revisit 5 hari di wilayah ekuator.
Satelit Sentinel–2 secara sistematis melakukan pengamatan di wilayah daratan dan pesisir dari lintang –56° hingga 84°, termasuk pulau–pulau di atas 100 km², pulau–pulau yang termasuk ke dalam Uni Eropa, semua pulau lain yang berjarak kurang dari 20 km dari garis pantai, seluruh Laut Mediterania, semua perairan pedalaman, dan laut lepas. Pengamatan tambahan dilakukan di lokasi kalibrasi tertentu, misalnya DOME–C di Antartika.
Contoh Tampilan Data Olahan Citra Satelit Sentinel–2
Berikut ini beberapa tampilan data olahan Citra Satelit Sentinel–2 (2A, 2B, dan 2C) yang dilakukan Map Vision Indonesia dalam berbagai tampilan (warna natural dan warna semu/palsu), seperti terlihat di bawah ini:

Data Olahan Citra Satelit Sentinel–2A Warna Natural Skala 1 : 35.000 di wilayah Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat
(Image Copyright: ESA; Courtesy of Map Vision Indonesia)

Data Olahan Citra Satelit Sentinel–2A Warna Natural Skala 1 : 35.000 di wilayah Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat
(Image Copyright: ESA; Courtesy of Map Vision Indonesia)

Data Olahan Citra Satelit Sentinel–2A Warna Merah Semu (False Color) Skala 1 : 35.000 di wilayah Kota Depok, Provinsi Jawa Barat
(Image Copyright: ESA; Courtesy of Map Vision Indonesia)

Data Olahan Citra Satelit Sentinel–2A Warna Merah Semu (False Color) Skala 1 : 35.000 di wilayah Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat
(Image Copyright: ESA; Courtesy of Map Vision Indonesia)

Data Olahan Citra Satelit Sentinel–2A Warna Natural (Shaded Relief) Skala 1 : 50.000 di wilayah Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara
(Image Copyright: ESA; Courtesy of Map Vision Indonesia)

Tampilan 3D (3D View) Data Olahan Citra Satelit Sentinel–2A Warna Natural di wilayah Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara
(Image Copyright: ESA; Courtesy of Map Vision Indonesia)
Keterangan Pengolahan serta Mapping Data Citra Satelit Sentinel–2:
1). Data mentah (raw data) atau data original Citra Satelit Sentinel–2 tersedia gratis, dan kami hanya mengenakan biaya pengolahan atau disertai mapping-nya (interpretasi dan digitasi dari data olahan Citra Satelit Sentinel–2);
2). Pengolahan meliputi band–band yang terdapat pada spektrum elektromagnetik cahaya tampak (visible) yang terdiri dari band merah (red), hijau (green), dan biru (blue), serta spektrum elektromagnetik inframerah dekat (near infrared), untuk menghasilkan data olahan Citra Satelit Sentinel–2 dalam tampilan warna natural serta warna semu/palsu (false color);
3). Minimal luasan area order pengolahan data original Citra Satelit Sentinel–2 yaitu sebanyak 1 scene (sekitar 110 km x 110 km atau 12.100 km2);
4). Minimal luasan area yang di-mapping dari data olahan Citra Satelit Sentinel–2 yaitu seluas 100 km2;
5). Pembayaran dapat dilakukan secara penuh (100 persen) di muka atau dapat DP terlebih dahulu sebesar 70 persen dari total pembayaran, dengan sisa pembayaran dilakukan setelah pengerjaan selesai;
6). Lama pengerjaan pengolahan dan atau mapping data Citra Satelit Sentinel–2 tergantung luasan area order serta tingkat kesulitan pengerjaannya, yang akan kami informasikan pada quotation order yang kami kirimkan kepada pihak customer;
7). Penawaran harga (quotation order) dari area yang hendak diorder akan kami kirimkan bersamaan dengan quicklook/preview citra satelit yang meng-cover area order.
Untuk respon yang lebih cepat, kami mohon kepada Anda yang serius untuk mengolah data original Citra Satelit Sentinel–2 ataupun yang disertai mapping, untuk menghubungi kami via WA/Telepon atau e–mail, dan tidak hanya melalui kolom komentar di bawah, karena kami tidak melakukan pengecekan terhadap website ini setiap harinya.
Hubungi Kami Di:
No. Telepon (WA/SMS/Telepon): 0878 2292 5861 (XL) atau 0857 2016 4965 (INDOSAT)
E–mail: mapvisionindonesia@gmail.com atau cs@mapvisionindo.com
Kami harapkan juga kepada Anda untuk mengirimkan data area yang akan diorder supaya perhitungan luas area yang akan diorder presisi, berhubung perhitungan pengolahan serta mapping data Citra Satelit Sentinel–2 dihitung per scene dan per kilometer persegi (untuk mapping), sehingga Anda tidak hanya menyebutkan nama dari area yang akan diordernya saja.
Data area order dapat berupa data area (polygon)/garis (lines) dalam bentuk vektor dengan format data Shape File (.shp), atau AutoCAD files (.dxfatau .dwg), atau Google Earth files (.kml atau .kmz), atau data titik–titik koordinat dalam sistem proyeksi Geodetik/UTM dengan datum WGS 84.
Namun jika Anda tidak mengenal/tidak familiar dengan bentuk format data tersebut, Anda dapat mengirimkan saja hasil capture/screenshot area order di Google Earth atau Google Maps atau Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan kami untuk pembuatan area order melalui nomor WA atau e–mail yang tertera di atas.
Terima kasih kami ucapkan atas perhatiannya.
Untuk memudahkan bagi Anda yang serius ingin melakukan pemesanan data Citra Satelit Sentinel–2 atau hendak berkonsultasi terlebih dahulu, silahkan klik tombol menuju nomor WhatsApp (WA) kami berikut ini:
POSTINGAN MENARIK LAINNYA:
1). [Tutorial] Membuka File Geodatabase di QGIS versi 3.x
2). [Tutorial] Menampilkan Informasi Cuaca di QGIS
3). [Tutorial] Cara Memperoleh Anotasi di Google Maps
4). [Tutorial] Membuat Area Buffer dalam Beberapa Radius Menggunakan QGIS
5). [Tutorial] Menghitung Volume Data Raster Menggunakan QGIS







Twitter
Facebook