Last Updated on February 1, 2026 by Map Vision Indonesia
Setelah sempat “membocorkan” tengah menggarap pembuatan Satelit Pleiades Neo Next yang merupakan calon satelit observasi Bumi generasi terbaru yang menghasilkan citra dengan resolusi spasial lebih tinggi dari 30 cm (0,3 m) pada akhir tahun 2024 yang lalu, akhirnya pihak Airbus Defence & Space, telah merilis jadwal sementara peluncuran Satelit Pleiades Neo Next.
Satelit Pleiades Neo Next yang pertama, rencananya akan meluncur pada awal–awal tahun 2028, di Pusat Ruang Angkasa Eropa di Kourou, Guyana Prancis, menggunakan roket peluncur Vega C milik Avio. Belum tersedia informasi lanjutan terkait jumlah keseluruhan Satelit Pleiades Neo Next yang nantinya akan beroperasi.
Satelit ini akan menghasilkan citra dengan resolusi spasial asli mencapai 20 cm (0,2 m) atau lebih tinggi dibandingkan dengan satelit observasi Bumi tertinggi yang dimiliki Airbus Defence & Space saat ini yaitu Satelit Pleiades Neo yang memproduksi citra dengan resolusi spasial kelas 30 cm (0,3 m).
Program Satelit Pleaiades Next Neo seluruhnya didanai, diproduksi, serta dioperasikan langsung oleh perusahaan Airbus Defence & Space, dengan pemanfaatannya untuk beragam sektor seperti pertahanan dan intelijen, pertambangan, perkebunan, pertanian, tata ruang dan perencanaan kota, penanggulangan bencana, maritim, layanan berbasis lokasi, dan lain sebagainya.
BACA JUGA:
1). Pleiades Neo Next: Calon Satelit Penghasil Citra dengan Resolusi Spasial Tertinggi
2). Satelit Pleiades Neo 4 Berhasil Mengangkasa
3). Roket Tidak Berfungsi Semestinya, Satelit Pleiades Neo Gagal Mengorbit
4). Airbus Defence & Space Luncurkan Produk Lanjutan dari Pleiades Neo
“Program Pléiades Neo Next dibangun di atas kesuksesan konstelasi Pléiades Neo kami yang sudah ada, yang melayani pelanggan pemerintah dan komersial di seluruh dunia,” kata Eric Even, Kepala Digital Antariksa di Airbus Defence and Space. “Program ini akan semakin meningkatkan standar keunggulan kami dalam hal kualitas, kinerja, dan keandalan untuk menghadirkan citra serta layanan dan aplikasi intelijen geografis.”
Satelit Pleiades Neo Next dapat ditempatkan pada area yang hendak diambil perekaman datanya, hanya beberapa puluh menit setelah penugasan, hal yang sangat bermanfaat terutama ketika diperlukan data citra satelit saat bencana terjadi, monitoring pembangunan di suatu wilayah, serta kepentingan lainnya yang membutuhkan data secara cepat dan ter-update.
Bersama dengan 2 Satelit Pleiades Neo yang sudah beroperasi, Satelit Pleiades Neo Next akan meningkatkan frekuensi pengambilan data lebih tinggi di mana pun lokasinya berada, hingga beberapa kali dalam sehari, dengan tingkat akurasi geolokasi terbaik yang berada di pasaran.
Citra satelit hasil perekaman akan diterima melalui Stasiun Penerimaan Langsung (Direct Receiving Station – DRS) yang berada di darat atau di platform digital OneAtlas. Peningkatan performa akan terus dilakukan sehingga optimasi waktu antara permintaan, pengambilan, dan penerimaan, dengan tingkat kapasitas permintaan citra satelit yang diharapkan lebih tinggi lagi, dapat tercapai.
Mengenal Satelit Pleiades Neo
Terdapat dugaan bahwa kegagalan 2 Satelit Pleiades Neo (5 dan 6) meluncur ke angkasa pada 20 Desember 2022 silam, memicu percepatan pembuatan satelit yang menghasilkan citra dengan resolusi spasial lebih tinggi lagi.
Rencana awal, konstelasi Satelit Pleiades Neo akan terdiri dari 4 satelit (3, 4, 5, dan 6), namun, sayangnya hanya dua satelit awal yang berhasil meluncur dan beroperasi hingga saat ini. Keinginan Airbus Defence & Space untuk mendapatkan tingkat ketersediaan data yang lebih banyak untuk resolusi spasial kelas 30 cm (0,3 m) gagal terealisasi. Tetapi, alih–alih mereka membuat kembali Satelit Pleiades Neo lainnya untuk mengganti dua satelit yang kandas, Airbus Defence & Space melakukan “loncatan” dengan langsung membuat konstelasi Satelit Pleiades generasi terbaru yang memproduksi citra dengan resolusi spasial asli mencapai 20 cm (0,2 m).
Sembari menunggu kehadiran “adiknya” di tahun 2028 mendatang, mari mengenal konstelasi Satelit Pleiades Neo.
Seperti sudah disinggung sebelumnya, konstelasi Satelit Pleiades Neo terdiri dari 2 satelit yaitu Pleiades Neo 3 dan 4. Tingkat resolusi spasial asli Citra Satelit Pleiades Neo mencapai 30 cm (0,3 m), dan terdiri dari 6 band yaitu merah (red), hijau (green), biru (blue), inframerah dekat (near infrared), tepi merah (red edge), serta biru tua (deep blue).
Satu Satelit Pleiades Neo mampu melakukan perekaman seluas 500 ribu km2 per harinya atau total 1 juta km2 untuk 2 Satelit Pleiades Neo yang bertugas. Satelit Pleiades Neo mempunyai waktu kembali ke tempat semula (revisit time) dua kali sehari di mana saja (46 derajat off–nadir) dan 1 kali sehari di mana saja (30 derajat off–nadir), dengan tingkat akurasi geolokasi tanpa titik kontrol tanah (Ground Control Point – GCP) mencapai <5 m CE 90 pada posisi nadir.
| Keterangan:
Walau Satelit Pleiades Neo memiliki waktu kembali ke tempat semula (revisit time) 1 sampai 2 kali sehari di mana saja, namun tidak berarti bahwa Satelit Pleiades Neo melakukan perekaman 1 sampai 2 kali dalam satu hari untuk seluruh wilayah di Bumi ini. Oleh karenanya tetap diperlukan pengecekan ketersediaan data Citra Satelit Pleiades Neo pada tanggal perekaman yang diinginkan. |
Contoh Tampilan Data Olahan Citra Satelit Pleiades Neo

Data Olahan Citra Satelit Pleiades Neo 4 Warna Natural Skala 1 : 1.200 di wilayah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau
(Image Copyright: Airbus Defence & Space; Courtesy of Map Vision Indonesia)

Data Olahan Citra Satelit Pleiades Neo 4 Warna Natural Skala 1 : 3.000 di wilayah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau
(Image Copyright: Airbus Defence & Space; Courtesy of Map Vision Indonesia)

Data Olahan Citra Satelit Pleiades Neo Warna Hijau Semu Skala 1 : 1.200 di wilayah Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat
(Image Copyright: Airbus Defence & Space; Courtesy of Map Vision Indonesia)

Data Olahan Citra Satelit Pleiades Neo Warna Merah Semu Skala 1 : 1.200 di wilayah Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat
(Image Copyright: Airbus Defence & Space; Courtesy of Map Vision Indonesia)

Tampilan 3D (3D View) Data Olahan Citra Satelit Pleiades Neo 4 Warna Natural di wilayah Provinsi Papua Barat
(Image Copyright: Airbus Defence & Space; Courtesy of Map Vision Indonesia)
Postingan lebih lengkap mengenai tata cara order, syarat dan ketentuan, serta hal lain terkait Citra Satelit Pleiades Neo, dapat Anda lihat pada link berikut ini:
Untuk memudahkan bagi Anda yang serius ingin melakukan pemesanan data Citra Satelit Pleiades Neo atau hendak berkonsultasi terlebih dahulu, silahkan klik tombol menuju nomor WhatsApp (WA) kami berikut ini:
POSTINGAN MENARIK LAINNYA:
1). [Tutorial] Membuka File Geodatabase di QGIS versi 3.x
2). [Tutorial] Menampilkan Informasi Cuaca di QGIS
3). [Tutorial] Cara Memperoleh Anotasi di Google Maps
4). [Tutorial] Membuat Area Buffer dalam Beberapa Radius Menggunakan QGIS
5). [Tutorial] Menghitung Volume Data Raster Menggunakan QGIS


Twitter
Facebook