Map Vision Indonesia

QuickBird

QuickBird

Satelit QuickBird
(Image Credit: Maxar Technologies)

DAPATKAN DATA CITRA SATELIT RESOLUSI SANGAT TINGGI QUICKBIRD BESERTA PENGOLAHAN DAN MAPPING DENGAN HARGA YANG KOMPETITIF DI MAP VISION.

UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI KAMI PADA NOMOR TELEPON: 0857 2016 4965 | E-MAIL: mapvisionindonesia@gmail.com

QuickBird merupakan satelit observasi bumi komersial milik perusahaan Maxar Technologies (dahulu bernama DigitalGlobe).

Satelit QuickBird menghasilkan citra dalam dua moda yaitu moda moda pankromatik dengan resolusi spasial 0.61 meter (dalam posisi nadir) yang terdiri dari 1 band, dan moda multispektral dengan resolusi spasial 2.4 meter (dalam posisi nadir) yang terdiri dari 4 band dalam spektrum elektromagnetik cahaya tampak (visible) dan inframerah dekat (near infrared).

Citra Satelit QuickBird yang tersedia saat ini hanya berupa data arsip, berhubung Satelit QuickBird telah berhenti beroperasi pada tanggal 27 Januari 2015.

Jika ingin langsung membaca pada bagian-bagian yang diinginkan, silahkan klik pada bagian sub-judul yang terdapat di Table of Contents:

Wahana Satelit

Satelit QuickBird menggunakan Ball Commercial Platform 2000 (BCP 2000) sebagai bus wahana, yang dibuat oleh perusahaan asal Boulder, Colorado, Amerika Serikat, yaitu Ball Aerospace and Technologies Corporation (BATC).

Sistem pengendali perilaku wahana Satelit QuickBird yaitu Attitude Determination and Control subsystem (ADCS), dengan sistem kendali 3 sumbu (3axis stabilized), menggunakan dua pelacak bintang (star tracker), serta pemakaian sensor matahari dan magnetometer sebagai sensor sikap satelit.

Wahana Satelit QuickBird

Wahana Satelit QuickBird
(Image Credit: Maxar Technologies)

Sensor

Satelit QuickBird menggunakan sensor Ball Global Imaging System (BGIS) dengan instrumen kameranya bernama Ball High Resolution Camera 60 (BHRC 60).

Elemen-elemen yang terdapat dalam BRHC 60 yaitu subsistem optis, Focal Plane Unit (FPU), dan Digital Processing Unit (DPU). Untuk eleman FPU dan DPU dirancang dan dibuat khusus oleh perusahaan Kodak. BHRC 60 didesain untuk mempunyai masa hidup sekitar 5 tahun, dengan berat mencapai 380 kg.

Kombinasi sensor BGIS dengan bus BCP 2000 disebut dengan nama Ball Global Imaging System 2000 atau disingkat menjadi BGIS 2000.

Perakitan Satelit QuickBird

Proses Integrasi Bus BCP 2000 dengan BGIS
(Image Credit: Maxar Technologies)

Resolusi Spasial

Pada awalnya citra yang akan dihasilkan oleh Satelit QuickBird sama dengan yang dihasilkan oleh satelit pendahulunya yaitu Satelit Ikonos dengan resolusi spasial 1 meter pada moda pankromatik dan 4 meter pada moda multispektral, walaupun sebenarnya sistem detektor BGIS mampu menghasilkan citra pada moda pankromatik hingga mencapai 0.5 meter.

Setelah Departemen Perdagangan Amerika Serikat dan juga NOAA memberikan lisensi untuk mengoperasikan satelit observasi bumi dengan resolusi spasial mencapai 0.5 meter kepada perusahaan DigitalGlobe (nama perusahaan sebelum diakuisisi oleh perusahaan Maxar Technologies) pada bulan Desember 2000, maka pihak perusahaan mengubah rancangan ketinggian Satelit QuickBird yang diluncurkan pada tahun 2001 dari awal  rencana pada ketinggian 600 km menjadi 450 km dari permukaan bumi, supaya citra yang dihasilkan Satelit QuickBird meningkat menjadi 0.61 meter untuk moda pankromatik (dalam posisi nadir), dan 2.4 meter untuk moda multispekral (dalam posisi nadir), walau berakibat lebar sapuan dalam sekali perekaman menjadi lebih kecil.

Pada bulan April 2011, pihak perusahaan menaikkan ketinggian orbit Satelit QuickBird dari 450 km menuju 482 km, agar Satelit QuickBird dapat beroperasi lebih lama. Perubahan ketinggian orbit membuat resolusi spasial yang dihasilkan menjadi lebih rendah yaitu 0.65 meter untuk moda pankromatik (dalam posisi nadir), dan 2.62 meter untuk moda multispektral (dalam posisi nadir).

Pada tahun 2014 ketinggian orbit Satelit QuickBird berada di bawah 450 km, dan terus menurun hingga mencapai ketinggian sekitar 300 km di atas permukaan bumi saat masa operasi mendekati akhir. Pada ketinggian orbit yang telah menurun, Satelit QuickBird mampu menghasilkan citra dengan resolusi spasial mencapai 0.41 meter untuk moda pankromatik dan hasil pansharp dengan moda multispektral (dalam posisi nadir) – sama dengan resolusi spasial Citra Satelit GeoEye-1.

Peluncuran

Sebenarnya Satelit QuickBird yang berhasil mengorbit dan beroperasi di luar angkasa merupakan Satelit QuickBird generasi yang kedua, sedangkan untuk Satelit QuickBird generasi pertama yang diluncurkan pada tanggal 20 November 2000 di Plesetsk Cosmodrome, Rusia, gagal mencapai orbit.

Satelit QuickBird generasi kedua meluncur ke luar angkasa pada tanggal 18 Oktober 2001 di Pangkalan Angkatan Udara Amerika Serikat di Vanderberg, California, dengan menggunakan roket peluncur Delta 7320-10 D288.

Peluncuran Satelit QuickBird

Roket Delta II Mengangkut QuickBird dari Bumi Menuju Luar Angakasa Pada Tanggal 18 Oktober 2011
(Image Credit: Maxar Technologies)

Satelit beroperasi pada ketinggian 450 km di atas permukaan bumi, pada orbit Sun-synchronous, dengan periode waktu 93.4 menit.

Citra Satelit Pertama

Sekitar 1.5 bulan setelah peluncuran, tepatnya tanggal 5 Desember 2001, citra pertama berhasil direkam oleh QuickBird di wilayah Washington DC, seperti terlihat pada citra berikut yang memperlihatkan National Mall dan Tidal Basin yang berada di Washington DC, Amerika Serikat.

Citra Satelit Pertama QuickBird

Citra Satelit Pertama QuickBird di Wilayah Washington DC di Amerika SerikatTanggal Perekaman 5 Desember 2001
(Image Copyright: Maxar Technologies)

 

BACA JUGA: Citra Satelit Pertama dari Satelit-Satelit DigitalGlobe (Bagian I)

Status Misi

Satelit QuickBird didesain untuk beroperasi minimal selama 5 tahun, namun ternyata Satelit QuickBird mampu beroperasi hingga tanggal 27 Januari 2015 atau beroperasi lebih dari 13 tahun lamanya.

Pada bulan April 2011, pihak perusahaan menaikkan ketinggian orbit dari 450 km menuju 482 km, untuk memperpanjang masa operasi Satelit QuickBird, walaupun berakibat menurunnya tingkat resolusi spasial dari citra yang dihasilkan.

Satu tahun menjelang berhenti beroperasi, ketinggian orbit Satelit QuickBird berada di bawah 450 km hingga mencapai ketinggian 300 km di masa akhir operasinya, sehingga dapat menghasilkan citra satelit dengan resolusi mencapai 0.41 meter, seperti salah satu citra terakhir yang dihasilkannya di wilayah sekitar Pelabuhan Elizabeth, Afrika Selatan, yang direkam tanggal 17 Desember 2014.

Citra Satelit Terakhir QuickBird

Citra Satelit QuickBird yang Terakhir Kali Dihasilkan di Wilayah Sekitar Pelabuhan Elizabeth, Afrika SelatanTanggal Perekaman 17 Desember 2014
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Selama melakukan masa bakti, QuickBird telah melakukan 70 ribu kali perjalanan di planet ini dengan area yang berhasil direkam seluas 636 juta kilometer persegi.

BACA JUGA: Sayonara QuickBird

Rangkuman Spesifikasi Satelit QuickBird

Spesifikasi Teknis Satelit QuickBird Spesifikasi Teknis Satelit QuickBird

Manfaat Citra Satelit QuickBird

Citra Satelit QuickBird dengan resolusi spasial kelas 0.6 m (60 cm) termasuk dalam kategori citra satelit resolusi sangat tinggi pada saat ini. Dengan kenampakan permukaan bumi dari Citra Satelit QuickBird yang detail, berbagai manfaat dapat diperoleh dari penggunaan Citra Satelit QuickBird di berbagai bidang, seperti berikut ini:

  • Bidang Pertambangan dan Energi:
    • Digunakan sebagai data dalam Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) atau perizinan lainnya;
    • Salah satu data yang digunakan dalam laporan area tambang yang dimiliki sebuah perusahaan kepada kementrian terkait;
    • Perencanaan site plan area pertambangan;
    • Monitoring luasan area tambang yang dimiliki perusahaan dari waktu ke waktu;
    • Perencanaan dan monitoring rehabilitasi lahan hasil kegiatan pertambangan;
    • Monitoring kegiatan pertambangan ilegal dan PETI;
    • Inventarisasi potensi area pertambangan;
    • Monitoring perubahan tutupan lahan di area tambang dan sekitarnya;
    • Inventarisasi potensi dan perencanaan lokasi pembangkit listrik tenaga mikrohidro.
  • Bidang Pertanian dan Perkebunan:
    • Melakukan observasi pada lahan yang luas, petak tanaman hingga tiap individu tanaman;
    • Melakukan identifikasi jenis tanaman dan kondisi tanah, potensi panen, efektifitas pengairan, kesuburan dan penyakit tanaman, kandungan air;
    • Secara berkala (time series) dapat digunakan untuk memantau pertumbuhan tanaman, laju perubahan jenis tanaman, perubahan atau alih fungsi lahan pertanian;
    • Menghitung jumlah pohon dan volume hasil panen komoditi perkebunan;
    • Perencanaan  pola tanam perkebunan;
    • Perencanaan peremajaan tanaman perkebunan.
  • Bidang Kehutanan:
    • Monitoring batas-batas fungsi kawasan hutan;
    • Identifikasi wilayah habitat satwa;
    • Identifikasi perubahan kawasan hutan akibat illegal loging;
    • Inventarisasi potensi sumber daya hutan;
    • Pemetaan kawasan unit-unit pengelolaan hutan;
    • Perencanaan lokasi reboisasi.
  • Bagi Unit Pengelolaan Hutan HTI:
    • Perencanaan pembagian areal usaha ke dalam bentuk blok, petak dan anak petak;
    • Perencanaan lokasi camp, lokasi menara pengawas, lokasi persemaian, dan lain-lain;
    • Monitoring pertumbuhan tanaman dan areal siap panen.
  • Bagi Unit Pengelolaan Hutan HPH:
    • Inventarisasi luas lahan HPH;
    • Menghitung potensi volume kayu;
    • Perencanaan dan pembuatan site plan;
    • Perencanaan jalur transportasi loging;
    • Mengidentifikasi batas kawasan;
    • Evaluasi laju produksi.
  • Secara berkala (time series) digunakan untuk:
    • Memantau laju kerusakan hutan (deforestation);
    • Memantau perubahan lahan pada kawasan hutan;
    • Memantau keberhasilan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GERHAN).
  • Bidang Arsitek dan Konstruksi:
    • Desain dan perencanaan tapak konstruksi;
    • Desain dan perencanaan landscape konstruksi;
    • Perbaikan proses desain;
    • Monitoring proses konstruksi.
  • Bidang Perencanaan dan Pembangunan Wilayah:
    • Pembuatan peta detail penggunaan lahan;
    • Perencanaan tata ruang, DED, dan landscape pembangunan;
    • Pemetaan kawasan rawan bencana alam;
    • Pemantauan dan penanggulangan bencana alam.
  • Bidang Entertainment dan Pelatihan:
    • Simulasi terbang pada pelatihan pilot;
    • Visualisasi 3 dimensi relief permukaan bumi pada industri film dan game.
  • Bidang Pertahanan dan Intelijen:
    • Mendukung operasi intelijen;
    • Operasi tempur;
    • Operasi teritorial’
    • Operasi militer selain perang.

BACA JUGA: Satelit WorldView-2

Cara Mendapatkan Citra Satelit QuickBird

Citra Satelit QuickBird dapat diperoleh siapa saja, baik itu instansi, perusahaan, ataupun perorangan. Pembelian data original Citra Satelit QuickBird yang dapat disertai dengan pengolahan dan juga mapping dari data originalnya, dapat Anda pesan di Map Vision Indonesia.

Map Vision Indonesia telah berpengalaman sejak tahun 2013 dalam ratusan proyek penyediaan dan pengolahan serta mapping data citra satelit berbagai resolusi dari berbagai vendor, termasuk data Citra Satelit QuickBird.

Untuk mengetahui ketersediaan data Citra Satelit QuickBird atau data citra satelit lainnya beserta penawaran harganya, Anda dapat mengirimkan data area yang hendak diorder dengan format data Shapefile (.shp), atau Google Earth files (.kml atau .kmz), atau CAD files (.dwg atau .dxf), atau informasi titik-titik koordinat dari area order (sebaiknya dalam sistem proyeksi UTM/Geodetik dengan datum WGS 84). Sertakan juga keterangan spesifikasi yang diinginkan misalnya resolusi spasial citra satelit, sudut perekaman, tingkat tutupan awan, tahun perekaman, dan lain sebagainya, ke alamat email berikut: mapvisionindonesia@gmail.com atau cs@mapvisionindo.com

Jika Anda tidak familiar dengan format data area order beserta spesifikasinya, Anda dapat konsultasi terlebih dahulu dengan kami melalui nomor telepon (WA/Telepon): 0878 2292 5861 (XL) atau 0857 2016 4965 (INDOSAT), atau melalui email yang telah disebutkan di atas.

BACA JUGA: Citra Satelit Resolusi Tinggi

Informasi Pembelian dan Pengolahan Data Original Citra Satelit QuickBird

1). Satelit QuickBird beroperasi dari akhir tahun 2001 sampai dengan Januari 2015. Oleh karena itu data arsip original Citra Satelit QuickBird yang tersedia berada pada range tahun perekaman tersebut.

2). Resolusi spasial kelas dari data arsip original Citra Satelit QuickBird yang dijual yatu 0.6 meter (hasil resampling – berapapun sudut perekaman citra satelitnya).

3). Luasan minimal order untuk pembelian data original arsip yaitu seluas 25 km2 dengan jarak antar verteks dan lebar ke segala arah minimal sejauh 2 km.

4). Perhitungan pembelian, pengolahan, dan mapping dari data arsip original Citra Satelit QuickBird dihitung per km2.

BACA JUGA: Harga Citra Satelit

Sample Data Citra Satelit QuickBird Hasil Olahan

Jika Anda ingin mengetahui contoh tampilan data Citra Satelit QuickBird hasil olahan yang pernah kami kerjakan, silahkan Anda chat kami di WA ke nomor berikut: 0878 2292 5861 atau 0857 2016 4965.

Sumber Utama:
QuickBird-2. Diakses Tanggal 19 April 2020.
Manfaat Citra Satelit. Diakses Tanggal 19 April 2020.

POSTINGAN MENARIK LAINNYA:

1). [Tutorial] Menampilkan Informasi Cuaca di QGIS

2). [Tutorial] Cara Memperoleh Anotasi di Google Maps

3). [Tutorial] Membuat Area Buffer dalam Beberapa Radius Menggunakan QGIS

4). [Tutorial] Membuat Grid di QGIS

5). [Tutorial] Membuat Animasi di QGIS

 

Avatar

Author: Map Vision Indonesia

Map Vision Indonesia merupakan team yang berisikan praktisi di bidang Citra Satelit, Penginderaan Jauh (Remote Sensing), Sistem Informasi Geografis (SIG), serta Pemetaan pada umumnya.Kami telah berpengalaman khususnya mengerjakan ratusan proyek pengadaan dan pengolahan serta mapping data citra satelit berbagai resolusi dari berbagai vendor sejak tahun 2013.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat
%d bloggers like this: